28 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Kemenkumham Aceh Soal Sipir Ditangkap BNN

...

  • PORTALSATU
  • 12 October 2019 14:40 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa/net
ilustrasi. Foto: istimewa/net

BANDA ACEH – Kemenkumham Aceh menyatakan oknum sipir Lapas (LP) Kelas IIB Langsa berinisial Ds (36) akan dipecat jika hasil proses hukum nantinya terbukti terlibat narkotika.

“Kami tunggu dulu proses hukum, jika memang terbukti pasti dipecat,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman, dikonfirmasi, Sabtu, 12 Oktober 2019.  

Saat ini Ds sedang menjalani proses penyidikan setelah ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN). Kemenkumham belum dapat mengambil tindakan terhadap oknum sipir itu sebelum keluar putusan hukum.

“Intinya tetap menunggu hasil keputusan hukum,” ujar Meurah Budiman.

Diberitakan sebelumnya, tim BNN menangkap oknum sipir LP Kelas IIB Langsa berinisial Ds (36) diduga terlibat jaringan narkotika asal Malaysia. Dari tersangka Ds dan istrinya, NM, diamankan sabu 20 Kg.  

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Arman Depari, Jumat, 11 Oktober 2019, menjelaskan penangkapan Ds berawal dari informasi ada pengiriman narkotika asal Malaysia melalui perairan Aceh Timur dengan menggunakan boat. Selanjutnya tim BNN melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamakan Ds di Kota Langsa, Senin, 7 Oktober 2019, sekitar pukul 12.37 WIB.

“Dari pengakuan tersangka Ds, ada barang narkotika jenis sabu disimpan di rumahnya Dusun Petua Amin, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Tim BNN langsung melakukan pengepungan rumah tersangka, berhasil diamankan seorang perempuan NM (31), istri tersangka Ds,” kata Arman Depari saat konferensi pers di Langsa.

Pengakuan NM, kata Arman, sabu disimpan di rumah itu di dalam lemari ruangan dapur. Tim BNN melakukan penggeledahan dan menemukan satu karung di dalamnya terdapat 20 bungkus sabu ukuran 1 Kg/bungkus.

“Menurut pengakuan tersangka, awalnya dia menerima barang sebanyak 48 kg sabu. Namun saat dilakukan penggeledahan rumahnya hanya ditemukan barang bukti sebanyak 20 kg. Sedangkan sisa lainnya telah diedarkan sebanyak 28 kg,” ungkap Arman.

Arman menambahkan, selain mengamankan sabu 20 kg, BNN juga menyita sejumlah barang bukti lain, seperti Mobil Honda Civic nopol BK 6 RY, dua Hp milik kedua tersangka (Ds dan NM).

”Kedua tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Arman Depari.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.