18 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur, Pria Ini Ditangkap Polisi

...

  • Fazil
  • 05 December 2019 15:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Polisi meringkus pria berinisial NZ (34), warga Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tiga anak di bawah umur dan satu ibu rumah tangga di kecamatan setempat, beberapa waktu lalu. 

Keempat korban berinisial C (17), F (17), N (17) dan FY (39). Tersangka NZ diamankan pada 23 November 2019 dan hingga kini masih ditahan di Polres Lhokseumawe untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Ipda Lilisma Suryani, saat konferensi pers di Mapolres, Kamis, 5 Desember 2019, mengatakan berdasarkan laporan FY, dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada Ahad, 27 Oktober 2019, di rumah C. FY juga ibu dari salah satu anak di bawah umur yang menjadi korban kasus tersebut.

Lilis menjelaskan, pengakuan C pelecehan seksual yang dilakukan tersangka NZ terhadap dirinya dua kali. Kejadian pertama ketika korban sedang membuat air minum di dapur pada tahun 2019, tapi dia tidak ingat lagi tanggal dan bulannya. Kejadian kedua yaitu pada Ahad, 27 Oktober 2019. Saat itu, NZ datang ke rumah C dengan alasan untuk menagih iuran sumur bor milik desa, karena tersangka juga sebagai penagih iuran tersebut. 

Menurut Lilis, karena nenek korban tidak ada di rumah sehingga tersangka berpura-pura ngobrol dengan C. Saat C hendak keluar dari rumah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar untuk menggunakan jilbab, dan ternyata diikuti tersangka.

"Setelah tersangka (NZ) berada di dalam kamar, korban merasa terkejut dan berusaha menghindar. Namun tersangka mengajak korban mengobrol dengan mengatakan sesuatu kepada korban (C), lalu tersangka langsung merangkul korban dengan cara memaksa," ujar Lilis.

Lilis menyebutkan, dugaan pelecehan seksual terhadap tiga korban lainnya terjadi pada kesempatan berbeda antara tahun 2017, 2018 dan 2019. Sebelum kasus itu dilaporkan ke Polres Lhokseumawe, pihak keluarga korban pernah menemui geuchik setempat guna menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun tidak ada titik temu sehingga FY melaporkan perkara itu ke polres.

"Sebenarnya awal kejadian pelecehan itu terhadap salah seorang temannya si korban berinisial C pada tahun 2017 lalu. Kemudian terjadi terhadap korban FY (ibu korban C). Tapi saat itu tidak dilaporkan perkara ini secara langsung kepada polisi karena korban FY menganggap itu aib, dan merasa tersangka itu akan berubah. Ketika hal itu terulang kembali yang menjadi korban terhadap anaknya itu, dia (FY) merasa sakit hati dan tidak bisa diterima sehingga melaporkan perkara itu kepada pihak polres," ungkap Lilis.

Lilis menyebutkan, tersangka NZ dijerat pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman pidana cambuk paling banyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas, atau penjara paling lama 90 bulan. "Tersangka NZ sudah berkeluarga," ujarnya.

Lilis menyebutkan, tiga korban anak di bawah umur itu merasa trauma. Unit PPA akan menangani lebih lanjut terhadap korban tersebut.

Sementara itu, tersangka NZ mengaku tidak melakukan pelecehan seksual tersebut. "Saya hanya menagih uang air sumur bor (kepada korban C), tapi tidak ada neneknya. Cuma memegang tangannya (korban) karena dia tidak open, dan saya suruh duduk dia," ujarnya kepada wartawan.

"Saya bilang kalau memang kran air (sumur bor) itu tidak diperbaiki maka saya akan memutuskan air ke jalur rumah itu. Saya tidak ke kamar dia (korban C), tidak pernah saya melakukan itu," ucap NZ.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.