25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Ketua MPU Aceh Utara Saat Haul Abu Laga Baro

...

  • PORTALSATU
  • 05 January 2020 18:25 WIB

Abu Manan bersama pimpinan Dayah Darul Muttaqin Al-Hasani Al-Aziziyah dan sejumlah pimpinam dayah di Aceh Utara saat Haul Abu Hasan Saleh, Ahad, 5 Januari 2020. Foto: istimewa
Abu Manan bersama pimpinan Dayah Darul Muttaqin Al-Hasani Al-Aziziyah dan sejumlah pimpinam dayah di Aceh Utara saat Haul Abu Hasan Saleh, Ahad, 5 Januari 2020. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Dayah Darul Muttaqin Al-Hasani Al Aziziyah memperingati Haul ke-39 tahun Almarhum Abu M. Hasan Saleh, dan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kompleks dayah itu, Gampong Laga Baro, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Ahad, 5 Januari 2020.

Selain ribuan santri dan alumni Dayah Darul Muttaqin Al-Hasani Al Aziziyah, acara tersebut dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Abu Manan Blang Jruen, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara Abdullah Hasbullah, para pimpinan dayah lainnya, dan Pimpinan Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin.

Abu M. Hasan Saleh Bin Abdul Muthalib dikenal sebagai Abu Laga Baro adalah pendiri Dayah Darul Muttaqin di Gampong Laga Baro pada tahun 1950. Nama dayah tersebut kemudian ditambah menjadi Darul Muttaqin Al-Hasani Al-Aziziyah. Setelah dayah tersebut dipimpin putra Abu Hasan Saleh, Tgk. H. Muhammad Abduh, dipadukan antara kurikulum salafi dengan kurikulum madrah Kementerian Agama RI. 

“Seperti MTs pada tahun 2000 dan MA (Madrasah Aliyah) tahun 2005,” ujar Aba Buket Kawat Aceh Timur saat membacakan profil Dayah Darul Muttaqin. 

Bahkan, kata Aba Buket Kawat, pihak dayah ini sedang mempersiapkan perguruan tinggi atau Ma’had Aly.

Dia menjelaskan, para alaumni Dayah Darul Muttaqin saat ini tersebar dan menempati sejumlah jabatan penting. Salah satunya, Abu Manan Blang Jruen menjadi Ketua MPU Aceh Utara.

Ketua MPU Abu Manan dalam tausiyahnya menjelaskan tentang peran para ulama sebagai penjaga agama. "Setelah Rasulullah wafat, agama Islam dijaga para sabat, para tabi’in sampai kepada ulama-ulama sekarang ini. Sehingga, selama Islam masih ada di bumi ini, dayah dan ulama-ulama tetap ada sebagai penjaga agama," ujarnya.

Abu Manan mengajak para santri menjaga lembaga pendidikan dayah. Apalagi saat ini pengetahuan agama di sejumlah lembaga pendidikan umum semakin mudur. Oleh karena itu, para santri harus tetap menjadi penjaga agama yang diwariskan para sahabat rasul, tabi’in dan lama-ulama terdahulu.[](rel/*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.