25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Memperingat Hari Jadi Museum Islam Samudra Pasai
Banyak Pendaftar dari Luar Aceh, Ini Tujuan Seminar Kajian Tipologi Batu Nisan Samudra Pasai

...

  • PORTALSATU
  • 08 July 2020 23:59 WIB

LHOKSEUMAWE - Museum Islam Samudra Pasai di Aceh Utara akan menggelar webinar atau seminar web dengan tema “Kajian Tipologi Batu Nisan Samudra Pasai”, Kamis, 9 Juli 2020, pagi. Webinar ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Museum Islam Samudra Pasai. Ratusan orang sudah mendaftar sebagai peserta webinar ini, termasuk para akademisi dan mahasiswa dari luar Aceh.

Webinar tersebut menampilkan dua narasumber, yakni Peneliti Sejarah Islam (Epigraf), Taqiyuddin Muhammad, dan Peneliti Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH), Mizuar Mahdi, yang akan dipandu Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana NA., sebagai moderator.

Nurliana menjelaskan pemilihan tema seminar ini dilatarbelakangi satu keinginan untuk menghadirkan kembali kejayaan Samudra Pasai Abad XIII, yang tak pernah luput dari ingatan. Pembuktian melalui artefak batu nisan yang begitu banyak dengan berbagai tipologinya.

“Karena salah satu artefak yang masih bisa kita saksikan yang mengatakan Samudra Pasai sangat luar biasa adalah batu nisan. Kalau manuskrip banyak yang sudah rusak. Walaupun artefak banyak yang sudah rusak, tapi ada yang masih utuh, makanya kita mempelajari tipologinya. Nanti akan dikupas sedetail mungkin oleh dua narasumber melalui webinar ini,” ujar Nurliana, Rabu, 8 Juli 2020, malam.

“Mempelajari itu (tipologi batu nisan Samudra Pasai) akan membawa kita cinta dengan sejarah, cinta dengan tokoh-tokoh leluhur itu. Makanya kita ambil tema kita khususkan pada tipologi batu nisan. Kita kaji tipenya, yang mendunia itu, kita punya batu nisan di sini,” tambah Nurliana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

Nurliana berharap masyarakat ikut melestarikan batu nisan tinggalan Samudra Pasai sebagai bukti sejarah. “Sehingga kita mencintai karakter leluhur supaya tercermin dalam pribadi kita sekarang. Mari kita baca sejarah, siapa leluhur kita, yang disegani masyarakat dunia. Ibnu Batutah menulis begitu bersahajanya Raja Samudra Pasai. Siapa kita hari ini? Ayo kita kembali. Itu maksud kita buat webinar dengan tema itu,” tuturnya.

Dia menambahkan, sampai Rabu malam sudah 300-an peserta mendaftar untuk ikut webinar tersebut. “Banyak yang sudah mendaftar. Saya baca daftar peserta, ada dari BPCB Gorontalo, BPCB Sulawesi Selatan, peneliti dari Arkenas (Arkeologi Nasional), dan dari Direktorat Pelestarian Sejarah Kemendikbud. Selain itu, akademisi di Aceh, akademisi Unhas (Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan), mahasiswa dari Padang, Semarang, Surabaya. Ini semakin menambah semangat kita,” ujar Nurilana.

Untuk bisa bergabung di aplikasi Zoom Meeting, gunakan Meeting ID: 745 2159 5488, password: 1bzfF7, klik link: https://bit.ly/2ZLc516. “Siapa yang duluan masuk besok (Kamis) 100 peserta bisa ikut via aplikasi Zoom Meeting. Kami mohon maaf kepada peserta yang tidak bisa bergabung melalui zoom. Apabila kuota telah penuh, bisa menyimak kajian seminar ini lewat live streaming, silakan klik link: https://www.youtube.com/channel/UCDLhrT1GoXYBVO6Zv3fldAA (Channel Youtube Aceh Darussalam Academy),” tuturnya.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.