29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sekda Lantik 12 Pengurus MPD Gayo Lues, Abaikan Kisruh Musda II?

...

  • Win Porang
  • 04 August 2020 23:00 WIB

Sekda Gayo Lues Thalib melantik dan mengambil sumpah 12 Pengurus MPD. Foto: Win Porang
Sekda Gayo Lues Thalib melantik dan mengambil sumpah 12 Pengurus MPD. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Sekda Gayo Lues, H. Thalib, S.Sos., melantik dan mengambil sumpah 12 pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) di Ruang Komisi MPU Gayo Lues, Selasa, 4 Agustus 2020, sore. Satu orang di antaranya, Nurhayati Sahali, tidak hadir.

Sebelumnya pelantikan para pengurus MPD Gayo Lues itu tertunda akibat kisruh saat Musda II.

Dua belas pengurus MPD Gayo Lues periode 2020-2025 yang dilantik itu Drs. H. Djamaludin Ilyas sebagai Ketua, H. Awaluddin (Wakil Ketua I), Ali Amran, S.Pd. (Wakil Ketua II), Drs. H. Bachtiar Darpan (Ketua Komisi Pendidikan), H. Kamaludin, Hj. Halimah, Ali Abdan Banta Gayo, S Pd., dan H. Daudsyah, S.Pd. (Anggota Komisi Pendidikan).

Selain itu, Drs. Ainun Mardiyah (Ketua Komisi Penelitian, Pengembangan, Media dan Beasiswa), beranggotakan Syahmur, S.H., M.H., Nurhayati Sahali, S.Pd.I. (tidak hadir), Marwan, S.E., dan Wawan Setiawan, S.Ag.

Pelantikan itu menimbulkan kesan Pemkab Gayo Lues mengabaikan kisruh yang terjadi saat Musda II MPD. Saat itu, Nurhayati Sahali, salah satu anggota MPD terpilih mempermasalahkan tata tertib Musda hingga penunjukan ketua periode 2020-2025 yang dinilainya cacat hukum.

Permasalahan tersebut juga sudah diadukan Nurhayati ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues dengan datang langsung dan membawa surat. Nurhayati juga telah mengadukan kepada Bupati H. Muhammad Amru.

Sekda Thalib usai melantik 12 pengurus MPD itu mengaku bahwa permasalahan saat Musda II MPD Gayo Lues dianggap sudah selesai. "Danggap sudah selesai, karena untuk mengklarifikasi dari proses berjalanya Musda, kita sudah tugaskan personel yang dipimpin Pak Asisten I, Staf Ahli, kemudian beberapa perangkat daerah lainya untuk meneliti masalah ini," katanya.

Menurut Sekda, hasil penelitian tim yang ditugaskan menyimpulkan pelantikan sudah bisa dilakukan dan sesuai dengan prosedur berlaku. "Namun demikian, usulan dari pihak yang menentang Musda II MPD memang perlu dilakukan perubahan dalam Peraturan Bupati tentang MPD itu sendiri".

"Sehingga dari perubahan Peraturan Bupati nantinya, mulai dari penjaringan pengurus hingga uraian tugas bisa lebih fleksibel dan memberikan ruang secara demokrasi dan memberikan kesempatan kepada yang lainya untuk mengabdi di bidang pendidikan," jelasnya.

Di sisi lain, rata-rata pengurus MPD Gayo Lues yang dilantik adalah orang tua atau para pensiunan yang sudah berumur di atas 50 tahun, tidak ada satu orang mudapun dalam pengurus MPD Gayo Lues. 

"Sebenarnya sangat bisa, dan Bapak Bupati sudah memberikan arahan kepada kami agar dalam Perbup yang baru, barang kali hari ini jumlah pengurus masih 13, di Perbup yang baru bisa lebih diperbanyak lagi sesuai dengan pengurus MPU yang saat ini sudah banyak. Dengan Perbup yang baru kita harapkan bisa memberikan ruang kepada generasi muda dan pemerhati pendidikan lainya bisa bergabung di MPD, tentu akan dibuat petunjuk lebih detail lagi" kata Sekda saat ditanya kenapa rata-rata pengurus MPD diisi para pensiunan, dan apakah boleh orang muda menjadi anggota MPD.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.