26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


158 Calon Relawan Demokrasi Ikuti Tes Wawancara di KIP Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 21 January 2019 19:00 WIB

@Fazil
@Fazil

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 158 calon relawan demokrasi menjalani tes wawancara untuk Pemilu 2019, di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Utara, 21 hingga 22 Januari 2019.

Calon relawan itu merupakan peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Proses wawancara dilakukan Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar, Komisioner KIP, Muhammad Sayuni, dan Fauzan Novi. Hasil tes wawancara akan diumumkan antara tanggal 23-24 Januari 2019. 

KIP Aceh Utara, Zulfikar, mengatakan, tujuan tes wawancara untuk mengetahui pengetahuan demokrasi Pemilu 2019 bagi para calon relawan. Pihaknya menanyakan kepada peserta tentang kepemiluan, rekam jejak para peserta, termasuk tujuan basis yang dipilih oleh masing-masing peserta atau calon relawan demokrasi tersebut.

"Relawan dari kelompok masyarakat yang terpilih berasal dari 11 basis pemilih, yakni basis perempuan, basis disabilitas, basis keagamaan, basis pemilih pemula, pemilih muda, basis pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, dan warga internet (warganet), dan beberapa basis pemilih lainnya," kata Zulfikar kepada para wartawan, Senin.

"Secara keseluruhan relawan demokrasi yang dibutuhkan sebanyak 55 orang untuk wilayah Aceh Utara. Fungsi mereka adalah untuk membantu KIP dalam melakukan sosialisasi tahapan-tahapan pemilu kepada masyarakat, serta mendorong agar tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 secara optimal," ujar Zulfikar.

Relawan demokrasi tersebut, lanjut Zulfikar, nantinya akan disebarkan ke seluruh kecamatan atau gampong di Aceh Utara. Kata dia, kemungkinan relawan itu akan mulai bekerja pada awal Februari 2019 hingga selama tiga bulan ke depan.

"Kita berharap kepada relawan yang terpilih nantinya dapat mensosialisasikan tentang pemilu kepada masyarakat dengan baik. Artinya, informasi yang disampaikan mudah dicerna oleh masyarakat, sehingga masyarakat pun lebih paham mengenai pemilu maupun fungsi mereka (relawan demokrasi) tersebut," ungkap Zulfikar.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.