26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


17 Tahun Jadi Polisi, Bripka Andi Arman Bangun Masjid di Pesantren Penghafal Alquran

...

  • PORTALSATU
  • 25 February 2019 09:00 WIB

Bripka Andi Arman, anggota Polsek Bontobulu, Maros, tengah membangun masjid Pesantren Penghafal Alquran, di Dusun Baku, Desa Leko Pancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, 20/2/2019. (Dok Laznas BMH)
Bripka Andi Arman, anggota Polsek Bontobulu, Maros, tengah membangun masjid Pesantren Penghafal Alquran, di Dusun Baku, Desa Leko Pancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, 20/2/2019. (Dok Laznas BMH)

Ketika Andi Arman masih siswa kelas 1 SMA, ayahnya, Ambo Rappe meninggal dunia. Berpulangnya sang ayah membuat lelaki enam bersaudara itu menjadi tulang punggung keluarga. Ketiadaan sang ayah menjadikannya pekerja keras dan pantang menyerah berusaha mencari rezeki. 

Bahkan, ketika Andi Arman sudah menjdi polisi berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), ia masih menekuni dunia usaha di sela-sela bertugas di Polsek Bontobulu-Maros.

Beberapa jenis usaha di bidang alat berat, batako, batu alam, hingga properti tetap digelutinya. "Resepnya, membangun kepercayaan dengan mitra usaha, dan menerapkan manajemen pendelegasian. Semua orang berkontribusi dan saling melengkapi, sehingga orang lain juga dapat rezeki. Prinsipnya saling percaya, dan menerapkan manajemen usaha yang baik," ujar Andi Arman, 20 Februari 2019.

Di sela kesibukannya, lelaki yang menjadi polisi sejak 2002 itu masih menyempatkan diri untuk bersama dengan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) membangunan Pesantren Penghafal Alquran.

Pesantren dengan luas 8.000 mater persegi yang berada di Dusun Baku, Desa Leko Pancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, kini mulai tahap pembangunan masjid.

Motivasi dan keseriusan Andi Arman membangun masjid di Pesantren Pengahafal Alquran Hidayatullah, tidak terlepas dari amanah dan didikan semasa hidup orangtuanya yang memesankan hal-hal prinsip padanya.

“Jangan lepas salat, berbuat baik pada orang lain, dan usahakan bangun masjid dan pesantren untuk orang banyak sebagai tabungan di akhirat," kenang Andi Arman atas pesan orangtuanya.

Masjid berukuran 14x14 mater senilai Rp400 juta yang dibangunnya saat ini sudah tahap pelaster dinding. Diharapkan tahun ajaran baru 2019/2010 masjid tersebut sudah dapat dimanfaatkan sebagai pusat ibadah dan belajar Alquran.

Andi Arman mengakui ketika awal memulai pembangunan masjid, tidak banyak uang yang ia pegang. Namun ia yakin bahwa kebaikan, niat tulus serta amal jariah yang diniatkan untuk orangtuanya yang telah meninggal tetap dilaksanakan.

“Alhamdulillah, sumber pembiayaan pembangunan ini bersih. Seperti kita tahu tempat ibadah adalah tempat yang suci, maka Insya Allah saya membangunnya dari rezeki yang halal," kata Andi Arman.

Dibangunnya masjid Pesantren Penghafal Alquran itu merupakan bagian dari hasil jerih payahnya selama 17 tahun menjadi seorang polisi yang mengabdi kepada masyarakat. Dia berprinsip menjaga dan menyelamatkan masyarakat juga termasuk memberikan pengajaran kitab suci.

Bripka Andi Arman mengatakan dengan menjadi penghafal Alquran, generasi ke depan dapat memberikan konstribusi pada pembentukan sumber daya manusia yang baik. Terlebih lulusannya dapat menjadi panutan di masyarakan dan mampu memberi pencerahan dan kebaikan di lingkungannya.

Pengurus Laznas BMH, Walimin mengatakan konstribusi yang diberikan Bripka Andi Arman sangat membantu proses pembangunan dan perencanaan yang dilaksanakan lembanganya.

“Insya Allah dengan adanya pembangunan pesantren di Maros ini semakin banyak anak-anak yang terselamatkan akhlak dan agamanya, mereka menjadi bagian penyebar kebaikan dalam berbangsa dan bernegara. Terima kasih kepada Bripka Andi Arman," ujar Walimin. 

Reporter: Fahrizal Syam.[]Sumbermakassar.tribunnews.com/tribun-timur.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.