25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


183.029 Anak Sasaran Imunisasi Measles-Rubella di Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 12 July 2018 21:40 WIB

Kampanye Imunisasi Measles-Rubella di Aceh Utara. @istimewa
Kampanye Imunisasi Measles-Rubella di Aceh Utara. @istimewa

LHOKSUKON - Sebanyak 183.029 anak usia sembilan bulan hingga di bawah 15 tahun akan diberikan imunisasi penyakit measles-rubella di Kabupaten Aceh Utara. Measles-rubella adalah penyebab penyakit campak dan cacat yang disebabkan oleh virus.

Hal itu diungkap dalam Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi dalam Rangka Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) di Kabupaten Aceh Utara, berlangsung di aula Hotel Diana Lhokseumawe, Kamis, 12 Juli 2018. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati H Muhammad Thaib, dihadiri pejabat dari Dinas Kesehatan Aceh, jajaran Forkopimda Aceh Utara, para Kepala SKPK, Camat, Kepala Puskesmas dan stakeholder terkait lainnya.

Penyakit yang dapat membawa kecacatan ini disebabkan oleh infeksi virus rubella saat kehamilan. Ditargetkan dalam dua tahun ke depan penyebaran penyakit ini dapat ditekan dan diminimalisir hingga 95 persen secara nasional.

"Imunisasi nantinya dimaksudkan untuk memutus mata rantai penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat,” kata Plt Kadis Kesehatan Aceh Utara, Khalmidawati, M.Kes.

Ditambahkannya, kampanye imunisasi measles-rubella di Aceh Utara akan dilaksanakan pada Agustus hingga September mendatang, dengan titik fokus pada sekolah-sekolah, mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, dan juga pondok-pondok pesantren. Selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh Posyandu, Polindes, Poskesdes, Pustu, Puskesmas dan Pos Imunisasi lainnya.

Sementara itu, Bupati H. Muhammad  Thaib atau Cek Mad dalam arahannya mengajak seluruh stakeholder terkait untuk mendukung penuh pelaksanaan kampanye imunisasi measles-rubella (MR) ini. Sebab, imunisasi MR bersifat wajib dan tidak memerlukan izin tertulis dari orang tua anak, serta diberikan secara gratis di semua pos layanan.

“Saya ajak MPU, jajaran Kemenag, juga pimpinan dayah dan tokoh ulama untuk turut memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, bahwa imunisasi ini tidak haram. Kalau misalnya mengandung sesuatu yang tidak benar, tentu sudah duluan diteliti dan ditolak oleh para ahli dan ulama-ulama yang berkompeten dalam hal ini,” ucap Cek Mad.

Cek Mad meminta, apapun persoalan kesehatan jangan pernah ada yang menganggap sepele. Baik persoalan kesehatan yang disebabkan oleh virus seperti MR, maupun persoalan kesehatan yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu Cek Mad meminta semua yang terlibat dalam penanganan kesehatan masyarakat agar serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas, baik para jajaran kesehatan, paramedis, maupun pihak terkait lainnya.[](Rel)

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.