20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


19 Parpol Ikut Deklarasi Pemilu Damai di Banda Aceh, Ini Kata KIP dan Wali Kota

...

  • Fazil
  • 07 October 2018 14:30 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh bersama pemerintah setempat mendeklarasikan kampanye pemilu damai 2019, di pelataran parkir Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu, 7 Oktober 2018.

Turut hadir Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, Ketua KIP Banda Aceh, Indra Milwady, Dandim 0101/BS Kolonel Inf. Iwan Rosandriyanto, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri, Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi,  Panwaslih, anggota DPRK, partai politik (parpol) peserta pemilu, serta unsur Forkopimda Banda Aceh lainnya.

Deklarasi itu ditandai dengan pengucapan ikrar diikuti parpol peserta Pemilu 2019. Selain itu, masing-masing pimpinan parpol menandatangani deklarasi kampanye pemilu damai di baliho yang disediakan.

Ketua KIP Banda Aceh, Indra Milwady, mengatakan, ada sembilan metode dalam berkampanye bagi peserta Pemilu 2019 yang telah ditentukan KPU RI. Pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye (APK), media sosial, iklan media cetak dan elektronik, rapat umum, debat pasangan capres dan cawapres, dan kegiatan lainnya yang dimungkinkan.

Kegiatan lain dimaksudkan itu, lanjut Indra, misalnya bazar, donor darah serta berupa event lainnya yang memang tidak melanggar ketentuan berlaku. Kampanye itu dapat dilaksanakan sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Namun untuk iklan kampanye dalam bentuk media cetak dan elektonik, dan rapat umum yang dibolehkan untuk dilaksanakan selama  21 hari pada 24 Maret hingga 13 April 2019.

“Kami ingatkan kepada 19 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 yang terdaftar khususnya di KIP Banda Aceh, karena salah satu partai politik tidak mengajukan bakal calon. Agar melaksanakan kampanye harus dengan cara-cara yang santun, bijak, bertanggung jawab, dan tidak provokatif. Selain itu, agar tidak melakukan penyebaran berita bohong (hoax), politisasi SARA dan politik uang,” kata Indra Milwady.

Ia menambahkan, ke-19 parpol tersebut mengusung 440 calon anggota legislatif yang akan memperebutkan 30 kursi di DPRK Banda Aceh. Diharapkan agar seluruh peserta pemilu bisa berkampanye sesuai ketentuan yang telah ditetapkan KPU RI.

Jika hal tersebut tidak diindahkan, lanjut Indra, pihak pengawas pemilu akan memberikan sanksi terhadap para peserta pemilu. Sanksi itu dapat berupa teguran, penghentian kampanye di suatu daerah atau terutama dalam konteks politik uang maka bila terbukti melanggar ketentuan itu dapat dibatalkan sebagai calon atau digugurkan sebagai calon terpilih. Ini harus menjadi perhatian bersama dalam menjalankan pemilu yang aman, nyaman dan tertib.

“Semua prinsip-prinsip atau regulasi tersebut supaya dapat dipahami dengan baik oleh peserta pemilu, dan tidak hanya siap dalam berkompetisi tetapi juga bersedia menerima hasil baik terpilih maupun tidak terpilih dalam ajang pesta demokrasi itu nantinya,” ungkap Indra.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyebutkan, KIP selaku penyelenggara pemilu haruslah bekerja secara independen dan bebas intervensi dari pihak manapun. Independensi selaku penyelenggara pemilu merupakan hal yang sangat penting, karena KIP yang membuat dan melaksanakan keputusan yang dapat memengaruhi hasil pemilu tersebut.

“Sehingga kita semua mendapatkan pemimpin atau wakil rakyat yang benar-benar diterima oleh seluruh masyarakat khususnya di Kota Banda Aceh. Dengan adanya deklarasi pemilu damai ini diharapkan agar menjadi pemilu yang berkualitas, berintegritas, aman, dan tertib yang sesuai dengan perundang-undangan berlaku,” ujar Aminullah.

Menurut Aminullah, Banda Aceh dan Aceh pada umumnya, masih relatif aman atau tidak terjadi politisasi SARA bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Tingginya toleransi antarumat beragama di Banda Aceh menjadi salah satu hal yang begitu nyata dan terlihat dari kehidupan masyarakat saling menghargai satu sama lain.

“Untuk peserta pemilu berikan politik yang baik terhadap masyarakat, dan tanpa melupakan norma kearifan lokal yang berlaku di tengah-tengah masyarakat Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Usai acara seremonial tersebut, dilakukan konvoi menggunakan mobil hias dari 19 parpol mengelilingi Kota Banda Aceh. Pelepasan para peserta konvoi itu dilakukan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, didampingi Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri, dan Dandim 0101/BS Kolonel Inf. Iwan Rosandriyanto.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.