25 July 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


29 Unit Rumah Nelayan Bakongan Hangus Terbakar

...

  • portalsatu.com
  • 09 January 2017 10:13 WIB

29 Unit rumah nelayan di Desa Darul Ihsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terbakar dinihari tadi, Senin, 9 Januari 2017. @Ist
29 Unit rumah nelayan di Desa Darul Ihsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terbakar dinihari tadi, Senin, 9 Januari 2017. @Ist

TAPAKTUAN - Kebakaran hebat melanda Desa Darul Ihsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Senin, 9 Januari 2017 sekitar pukul 02.30 WIB tadi. Sebanyak 29 unit rumah penduduk ludes terbakar.

Rumah yang terbakar rata dengan tanah tersebut berkonstruksi semipermanen dua lantai, seperti bentuk rumah toko (ruko) yang berdiri berderetan. Rata-rata rumah tersebut lantai dasarnya terbuat dari beton (permanen) dan lantai duanya masih terbuat dari papan dengan ditutupi atap dari seng.

Kobaran api yang sangat cepat membesar baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB pagi setelah kobaran api selama kurang lebih 2,5 jam menghanguskan seluruh isi bangunan hingga rata dengan tanah.

Proses pemadaman sempat mengalami hambatan karena warga hanya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Selain itu, hanya satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Selatan yang ditempatkan di Kantor Camat Bakongan dikerahkan ke lokasi. Api baru bisa diatasi berselang satu hingga dua jam, setelah mendapat dukungan armada mobil pemadam kebakaran dari Kantor Camat Kluet Utara dan Kantor Tapaktuan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil yang dialami warga berdasarkan hasil perkiraan sementara mencapai Rp3 miliar lebih.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi, S.I.K., yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bakongan, Ipda Bima Nugraha mengatakan, korban kebakaran umumnya tidak sempat menyelamatkan harta bendanya saat musibah. 

“Saat terjadi musibah kebakaran pada dinihari itu, warga sedang terlelap tidur. Setelah mengetahui telah terjadi kebakaran, warga langsung keluar rumah menyelamatkan diri. Karena lokasi desa tersebut persis berada di pesisir pantai, saat itu warga korban langsung berhamburan keluar rumah ke pinggir laut,” kata dia.

Menurutnya, konstruksi rumah yang terbuat dari papan, membuat kobaran api yang membumbung tinggi sangat cepat menjalar ke bangunan lainnya sehingga seketika menghanguskan sebanyak 29 unit rumah yang berdiri berderetan.

“Warga menyelamatkan diri keluar rumah, hanya tinggal pakaian di badannya saja,” ujarnya.

Di perkampungan penduduk yang berlokasi di pinggir Pantai Kecamatan Bakongan tersebut, lanjut Bima Nugraha, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan sehingga dampak dari kebakaran itu, juga turut menghanguskan seluruh peralatan para nelayan yang berada di rumah mereka.

“Perkiraan sementara kerugian materil yang dialamai korban kebakaran ditaksir mencapai Rp 3 miliar lebih. Karena barang-barang yang ludes terbakar itu juga banyak peralatan nelayan seperti mesin boat,  jaring, dan kail serta sejumlah alat tangkap lainnya,” kata Bima Nugraha.

Terkait jumlah warga yang menjadi korban kebakaran tersebut, Kapolsek Bakongan Ipda Bima Nugraha mengaku belum menerima data yang pasti. Pasalnya, dalam satu rumah dari total 29 unit rumah yang terbakar tersebut ada yang ditempati oleh dua Kepala Keluarga (KK) atau lebih.

Polisi sejauh ini belum mengetahui secara pasti sumber api dalam kebakaran tersebut. 

“Untuk sumber api apakah berasal dari arus pendek listrik atau dari mana, sejauh ini belum diketahui, memang awal mula berasal api itu disebut-sebut dari sebuah rumah warga. Namun, kita belum dapat memastikannya karena kejadian itu dinihari di saat warga sedang terlelap tidur. Untuk mendapatkan kepastian yang jelas, pihak kepolisian akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.     

Sementara itu, Camat Bakongan, Martunis, mengatakan pihaknya bersama dinas terkait telah mendirikan posko pengungsian sementara untuk korban.

“Kami bersama dinas terkait telah mendirikan tenda untuk dijadikan posko pengungsian sementara para korban sambil menunggu langkah penanganan selanjutnya dari Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh,” ujarnya.[] (*sar)

Laporan: Hendrik Meukek

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.