15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


3 Tewas dan 20 Orang Terluka, Begini Kronologi Penonton Terseret Kereta saat Nonton Surabaya Membara

...

  • PORTALSATU
  • 10 November 2018 10:00 WIB

Ribuan warga menyaksiakan Drama Kolosal Surabaya Membara di Jl Pahlawan Surabaya. Foto: Surya.co.id/Pipit Maulidiya
Ribuan warga menyaksiakan Drama Kolosal Surabaya Membara di Jl Pahlawan Surabaya. Foto: Surya.co.id/Pipit Maulidiya

Banyak penonton terseret kereta api saat menyaksikan drama kolosal Surabaya Membara di atas viaduk, lintasan kereta api, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat, 9 November 2018, malam. Polisi mencatat peristiwa tersebut membuat 20 korban luka berat dan ringan dan tiga orang tewas.

Dilansir grid.id, drama kolosal Surabaya Membara menceritakan perjuangan arek-arek Suroboyo melawan kembalinya penjajah ke Indonesia. Acara tahunan ini menyedot perhatian masyarakat Surabaya. Sejak pukul 18.00 WIB, masyarakat sudah memenuhi jalan mencari tempat yang nyaman untuk menyaksikan drama kolosal itu.

Sebelum drama kolosal dimulai, puluhan penonton sudah memenuhi bagian atas viaduk (jembatan kereta api di atas jalan raya) Jalan Pahlawan.

Sebelum melintas, kereta sudah membunyikan seruling peringatan dan mengurangi kecepatan dari 30 kilometer per jam menjadi 15 kilometer per jam. Saat klakson lokomotof berbunyi, penonton di bawah viaduk sudah berterika-teriak agar penonton di atas viaduk segera turun.

Saat kereta api melintas dengan kecepatan krendah, penonton yang ada di atas viaduk saling berpegangan. Sejumlah penonton pun memilih melompat dari viaduk. Hal tersebut menimbulkan beberapa penonton terluka hingga nyawa melayang.

Laporan yang diterima PT KAI DAop 8, ada beberapa penonton yang berusaha melompat ke kereta, karena kereta berjalan pelan. Diduga karena kehilangan keseimbangan dan tersenggol badan kereta api, beberapa penonton terjatuh ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

Penonton yang terjatuh sebagian ada yang mengalami patah tulang. Korban meninggal ada yang terlindas kereta api.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu saat drama kolosal Surabaya Membara baru sekitar 15 menit berlangsung. Saat peristiwa terjadi, drama kolosal Surabaya Membara tetap berlangsung.

Para korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo, RSUD Soewandhie dan RS PHC Tanjung Perak Surabaya.

Dari 3 korban meninggal di lokasi kejadian, baru 1 yang berhasil diidentifikasi yakni atas nama Erikawati (9), pelajar di SD Dharma Siswa Surabaya dan beralamat di Kalimas Barat No.61 Surabaya.

"Dua lainnya belum diidentifikasi. 1 jenazah dievakuasi di RSU dr Soetomo dan 1 lagi di RSUD Soewandhie," kata Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara.

Lima korban luka yang dirawat di RSU dr Soetomo, Masanah (40), warga Jalan Kedinding Tengah Gg IV No.34 Surabaya, Radian Permadi (16), warga Jalan Wonokusumo Bakti Gg.I No.19 Surabaya, Bayu Prasetyo (21) warga Jalan Sidotopo Jaya Surabaya, A Nur Aziz (19) warga Jalan Karang Empat 9/28 Surabaya, dan M Maulana Saifudin, warga Jalan Greges Gang Makam No 20 Surabaya.

Sebanyak 12 korban luka yang dirawat di RSUD Soewandhie Surabaya yakni Rojak Ali Pratama (17) warga Jalan Uka 18-A/6 Surabaya, Achmad Qomarudin (17) warga Jalan Kendung Indah Gg V No.1 Surabaya, Achmad Umar Jafar (13) warga Jalan Simokerto I No.85 Surabaya.

Moch Nur Saifullah (13) warga Jalan Raya Greges No.11 Surabaya, Andi Rahman Saputro (15) warga Jalan Dupak Bangunsari Gg.I No.02 Surabaya, Rafli (12) warga Jalan Ikan Kerapu No.14 Surabaya, Rahmat Agung warga Jalan Kendung Indah IB/3 Surabaya, Yusnu Sofa warga Jalan Kedinding tengah 4D/34 Surabaya.

Selain itu ada Suci Anggraeni warga Jalan Simo Hilir 6J Surabaya, Nabila (15) warga Jalan Ikan Kerapu I/5 Surabaya, Iqbal warga Jalan Kejawan Lor II/19 Surabaya, dan Risma warga Jalan Platuk Donokerto I D/9 Surabaya.

Adapun 3 korban yang dirawat di RS PHC Tanjung Perak Surabaya yakni, Kim Aldi Sahputra (19) warga Jalan Tuwowo Rejo 3 no 23 RT/RW 04/04 Kelurahan Kapas Madya Kecamatan Tambaksari Surabaya, Miftahul Qaromah warga Jalan Kenjeran 86 DKA RT/RW 06/01 Kel Kapasan Kec Simokerto, dan Liana (37) warga Jalan Kalimas Barat Kelurahan Krembangan Utara Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Penulis: Veronica Sri Wahyu Wardiningsih.[]Sumber: grid.id/kompas.com/Tribun Jatim

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.