18 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Duta Wisata Aceh 2017:
73 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Rakyat Belum ‘Merdeka Sepenuhnya'

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 18 August 2018 15:30 WIB

Duta Wisata Aceh 2017, Irna Maulisa. @dok. /istimewa
Duta Wisata Aceh 2017, Irna Maulisa. @dok. /istimewa

ACEH BESAR – Duta Wisata Aceh 2017, Irna Maulisa, 21 tahun melihat meski usia kemerdekaan Republik Indonesia telah mencapai 73 tahun, tapi rakyat belumlah “merdeka sepenuhnya”. Indonesia mendeka dari penjajahan, tapi tidak dari jeratan kemiskinan, khususnya di kawasan pedalaman.

Bagi Lisa, demikian ia kerap disapa, HUT ke-73 RI itu merupakan momen mengenang kemerdekaan Indonesia yang terlepas dari penjajah. Akan tetapi, lebih penting di hari tersebut dan seterusnya, para pemimpin harus terus berjuang membenahi bangsa ini.

“Seharusnya HUT kemerdekaan ini merupakan hari evaluasi kekurangan bangsa kita agar suatu saat nanti kita bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya dan merata. Tidak hanya merdeka bagi kalangan atas, tetapi juga bagi rakyat jelata,” ujar Lisa saat dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Lisa melanjutkan, “Tentunya penting hari bersejarah ini diperingati, agar kita tahu sudah setua apa negara kita. Indonesia disebut merdeka, tapi tidak ‘merdeka sepenuhnya’. Hingga kini masih banyak rakyat miskin, anak-anak putus sekolah, kawasan pedalaman (masih ada yang) belum mendapat penerangan listrik, anak-anak pedalaman sekolah harus melintasi jembatan darurat bahkan naik perahu mengarungi sungai. Apa itu yang disebut medeka?”

Menurut Lisa, perjuangan anak bangsa tidaklah berhenti di masa lalu. “Jika di masa lampau pahlawan berjuang melawan penjajah, sekarang kita berjuang melawan globalisasi yang negatif. Menurut saya, globalisasi negatif itu penjajah berdarah dingin yang bisa menghancurkan pikiran kita,” katanya.

Gadis cantik asal Aceh Besar ini mengagumi sosok pahlawan nasional asal Aceh, Laksamana Keumalahayati. “Beliau seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh, anak dari Laksamana Mahmud Syah. Kisah keberaniannya dalam memimpin ribuan pasukan inong balee untuk berperang melawan kapal-kapal dan benteng Belanda itu sangat luar biasa. Ditambah lagi, beliau berhasil membunuh Cornelis de Houtman hingga mendapat gelar Laksamana. Saya sangat kagum akan keberanian salah satu pahlawan perempuan Aceh ini,” ujar Lisa.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.