24 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Abati Banda Dua Pimpin Haul Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 12 April 2018 09:45 WIB

Tgk Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua Alue Lim memimpin peringatan 1.235 tahun wafatnya Imam Syafi'i dan Haul Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i, di Dayah Darul Mukminin, Gampong Aleu Lim, Lhokseumawe, Rabu 11 April 2018. @SIRAJUL MUNIR
Tgk Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua Alue Lim memimpin peringatan 1.235 tahun wafatnya Imam Syafi'i dan Haul Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i, di Dayah Darul Mukminin, Gampong Aleu Lim, Lhokseumawe, Rabu 11 April 2018. @SIRAJUL MUNIR

LHOKSEUMAWE - Tgk Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua Alue Lim memimpin peringatan 1.235 tahun wafatnya Imam Syafi'i dan Haul Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i, di Dayah Darul Mukminin, Gampong Aleu Lim, Lhokseumawe, Rabu 11 April 2018.

Kegiatan zikir dan pengajian tersebut dihadiri ratusan masyarakat, santri, sejumlah pejabat dan unsur TNI/Polri di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Dalam tausiyahnya Abati Banda Dua menerangkan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i berkembang di Aceh sejak pertama Islam masuk ke Aceh, kemudian berkembang di seluruh nusantara.

“Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i adalah ajaran Allah SWT yang tertuang dalam Alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW. Penjelasan itu ada dalam Kitab Syech Abdurrauf Al-Fansuri atau kita kenal Syah Kuala. Bukan ajaran dari paham lain,” kata Abati.

Abati juga mengungkapkan, Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i , pola pendidikan Islam yang sangat diterima oleh masyarakat Indonesia, tidak bertentangan dengan UUD 1945. Sangat menghargai keragaman di negara ini.

“Sejak presiden Sukarno, Suharto dan saat ini Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i tetap terjaga dengan baik. Bahkan diawal awal kemerdekaan RI, Ulama Besar Abuya Syeih Hasan Krueng Kalee menitipkan Tarbiyah Islamiyah sebagai pola pendidikan Islam di Nusantara agar negara akur, sejahtera dan bebas kesengsaraan,” ungkapnya.

Sementara itu panitia Haul Tgk Nazaruddin saat diwawancarai portalsatu.com mengatakan, acara tersebut bertujuan mengajak segenap pemerintahan di Aceh, khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara agar kembali menerapkan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i sebagai pola pendidikan Islam.

“Abati tadi sudah menerangkan Mazhab Syafi'i  adalah Mazhab yang pertama masuk ke Aceh. Oleh sebab itu hari ini kita undang unsur Muspida Aceh Utara dan Lhokseumawe hadir untuk ikut bersama sama mengembangkan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i sebagai acuan pendidikan Islam di seluruh jenjang pendidikan formal atau non formal,” kata Nazaruddin.

Pada acara Haul kali hampir sama dengan peringatan sebelumnya yaitu diisi dengan  Zikir bersama di Dayah, konvoi dan acara puncak yang diakhiri dengan kenduri.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.