15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Berjasa Ketika Tsunami Aceh
Abdya Ingin Runway Bandara Kuala Batu Diperpanjang, Ini Pertimbangan Dishub

...

  • PORTALSATU
  • 08 November 2018 18:30 WIB

Bandara Kuala Batu, Aceh Barat Daya. @portalsatu.com/Suprian
Bandara Kuala Batu, Aceh Barat Daya. @portalsatu.com/Suprian

BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang landasan pacu (runway) Bandar Udara Kuala Batu. Bandara ini pernah berjasa dalam mendistribusikan bantuan kemanusian ketika bencana tsunami memporak-porandakan Aceh tahun 2004 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Abdya, Rahwadi, di Blangpidie, Kamis, 8 November 2018, mengatakan, bandara Kuala Batu yang terletak di Kecamatan Susoh hanya bisa turun pesawat jenis Cassa lantaran runway masih 1.200 meter.

“Sudah kita ajukan pembangunan runway 600 meter lagi ke pihak kementerian melalui koordinasi provinsi. Terkendala pula dengan anggaran pembebasan tanah,” katanya didampingi Sekretaris Dinas Perhubungan Abdya Muhammad Ali saat diwawancarai portalsatu.com.

Muhammad Ali menyebutkan, untuk perpanjangan runway Bandara Kuala Batu agar bisa turun pesawat jenis Fokker, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan harus membebaskan lahan milik masyarakat seluas 8,5 hektare. Karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) minim sehingga proses pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu tersebut selama ini menjadi terkendala.

“APBK kita masih minim, belum bisa kita plotkan untuk pembebasan lahan itu. Tapi tahun ini ada juga kita ajukan,” katanya.

Ali berkata, Bandara Kuala Batu sangat berjasa untuk Indonesia. Bandara ini satu-satunya bisa beroperasi untuk mendistribusikan bantuan kemanusian ke wilayah Barat-Selatan Aceh saat terjadi tsunami 2014 silam.

“Kala itu lebih dari 80 kali/hari penerbangan pesawat mondar mandir di Bandara Kuala Batu, termasuk pesawat jenis senok milik Amerika Serikat pernah mendarat menyalurkan bantuan kemanusian untuk korban tsunami,” tuturnya.

Pemerintah pusat diharapkan turun tangan untuk membebaskan lahan tersebut mengingat letak Bandara Kuala Batu sangat strategis. Selain dekat kota Blangpidie, kawasan bandara juga jauh dari pemukiman penduduk. “Kalau dari sisi keamanan cukup mendukung dan didukung dengan lahan yang ada,” kata Ali.

Ali menambahkan, bila landasan pacu Bandara Kuala Batu sudah diperpanjang menjadi 1.800 meter, pesawat jenis fokker bisa landing di Abdya karena sudah mengimbangi Bandara Cut Nyak Dhien di Kabupaten Nagan Raya.

“Jadi, apabila ada kegagalan take off di Cut Nyak Dhien, pesawat bisa landing di Bandara Kuala Batu,” kata Ali yang juga mantan Kepala Bandara Kuala Batu itu.[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.