11 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh Masih Darurat Covid-19, Ini Hasil Rapat Forkopimda

...

  • portalsatu.com
  • 01 June 2020 16:20 WIB

Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: dok. Humas Setda Aceh
Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: dok. Humas Setda Aceh

BANDA ACEH – Aceh masih dalam keadaan darurat Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh memutuskan bahwa pengetatan perbatasan sangatlah penting, karena semua masuk dan keluar yang berarti sangat rentan terjadinya penyebaran virus. Selain itu, pemeriksaan juga perlu ditingkatkan, khususnya bagi mereka yang punya riwayat bepergian atau bersentuhan dengan orang pernah terjangkit Covid-19. 

Hal itu diputuskan dalam rapat Forkopimda Aceh digelar di Banda Aceh, Senin, 1 Juni 2020, siang. Keputusan rapat itu adalah akan diluncurkan seruan bersama dan buku panduan. "Nantinya akan ada seruan bersama yang akan dilakukan kajian secara hukum oleh masing-masing unsur Forkopimda," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), dalam keterangannya, Senin sore.

SAG menjelaskan, Plt. Gubernur Aceh selaku Ketua Tim Gugus Tugas telah mengeluarkan surat keputusan gubernur tentang perpanjangan darurat bencana. "Ketua gugus tugas telah menyatakan bahwa darurat Covid di Aceh adalah mengikuti Keppres yang tidak ditentukan kapan akan berakhirnya," katanya.

Menurut SAG, karena status Aceh masih dalam keadaan darurat Covid-19, masyarakat diimbau tetap di rumah, kecuali untuk hal-hal penting. "Pakai masker, hand sanitizer, sering cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, hindari keramaian dan kontrol suhu tubuh," ucap dia.

Menyangkut daerah zona hijau terdiri dari Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Selatan, Sabang, Langsa, Aceh Timur dan Aceh Besar, pemerintah pusat baru memberikan kewenangan Rakorpimda, yang sudah rapat pada Senin (1/6).

SAG menyebutkan, pemerintah kabupaten/kota perlu menetapkan bidang apa yang akan dibuka sebelum normal baru diterapkan. Nantinya, bagi masyarakat produktif dan aman Covid-19, akan diberikan sosialisasi, persiapan sarana dan prasarana, simulasi baru pelaksanaan normal baru dan akan dievaluasi.

"Sebelum ditetapkan SK bupati/wali kota di zona hijau, maka (masyarakat) kabupaten/kota tersebut masih harus mengikuti protokol kesehatan yaitu tetap di rumah kecuali ada keperluan, tidak berkerumun dan selalu cuci tangan," kata SAG.

SAG mengatakan, peran pemerintah dan masyarakat gampong harus diperkuat untuk mengimplementasi SOP penanggulangan Covid-19.

Sementara itu, sosialisasi penting diterapkan dengan terfokus pada 14 daerah berstatus hijau. "Selebihnya masih dalam pemantauan yang ketat dan masuk kategori zona merah," ujar SAG.

SAG menambahkan, kejaksaan siap memberi pendampingan dalam penggunaan dana Bantuan Tidak Tunai oleh masing-masing SKPA. Sementara itu harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua langkah-langkah yang telah dilakukan guna mengukur capaian hasil.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.