23 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


ACT Indonesia Siap Layarkan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina dan Papua

...

  • IHAN NURDIN
  • 01 February 2018 11:00 WIB

Branch ACT Indonesia-Aceh Husaini Ismail didampingi Markom Rahmat Aulia @istimewa
Branch ACT Indonesia-Aceh Husaini Ismail didampingi Markom Rahmat Aulia @istimewa

BANDA ACEH -- Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia akan memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina yang membawa 10 ribu ton beras untuk rakyat Palestina.

Branch Manager ACT Aceh Husaini Ismail mengatakan, kapal dengan panjang 110,7 meter dan luas 19.200 meter itu akan berangkat pada 21 Februari 2018 mendatang dari Terminal Petikemas Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak. Proses pengumpulan beras sudah dilakukan sejak awal tahun ini.

"Beras-beras tersebut dibeli dari para petani binaan ACT di Blora, Jawa Tengah dan dari para petani lainnya yang tersebar di wilayah itu. Ini juga salah satu bentuk dukungan ACT kepada para petani. Ketika musin panen dan harga turun, kita beli dengan harga yang stabil. Konsepnya kita membantu orang, hakikatnya membantu diri sendiri," kata Husaini Ismail dalam diskusi dengan pada pegiat literasi dan media sosial di Banda Aceh pada Selasa sore, 30 Januari 2018.

Husaini menjabarkan, blokade Israel atas Jalur Gaza selama sebelas tahun telah melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan di Kota Gaza. Per Desember 2016 lalu, diperkirakan 80 persen dari sekitar dua juta penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara lebih dari setengah pemuda Gaza terpaksa menganggur karena tidak adanya lapangan pekerjaan.

"Kondisi ini membuat harga kebutuhan barang pokok kian tak terjangkau oleh masyarakat. Badan Statistik setempat menyebutkan, sekitar 80 persen masyarakat Gaza pra-sejahtera tersebut sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Bahkan PBB memprediksikan, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pada 2020 Gaza akan lumpuh total," kata Husaini.

ACT Indonesia kata Husaini, mulai masuk ke Palestina sejak 2009 silam. Pihaknya menaruh perhatian khusus pada Palestina, karena lokasi pengungsian terbesar di dunia berada di wilayah ini yakni di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Di Palestina setiap hari listrik hanya menyala selama empat jam, tujuannya untuk apa, agar anak-anak Palestina tidak bisa belajar, tidak bisa mempelajari Alquran. Di sekolah 70 persen pelajaran diajarkan menggunakan kurikulum Israel. Karena apa, karena mereka memang tidak suka sebelum umat Islam mengikuti millah mereka seperti yang dijelaskan Alquran di dalam QS Al-Baqarah ayat 120."

Dengan segala kondisi di atas, Husaini mengajak masyarakat Indonesia khusunya masyarakat Aceh agar tidak berhenti mendoakan rakyat Palestina. Karena mereka adalah perpanjangan tangan umat muslim di seluruh dunia dalam mempertahankan Masjid Al Aqsa yang ingin dikuasai Israel.

Selain untuk Palestina, ACT Indonesia juga siap mengirimkan kapal kemanusiaan untuk Papua yang mengangkut 100 ton bantuan pada 4 Februari 2018 mendatang. Bantuan tersebut berupa beras, biskuit, bayi, susu cair, vitamin, termasuk air mineral dan pakaian.

"Seperti kita ketahui, Papua saat ini sedang mengalami kejadian luar biasa berupa wabah campak dan gizi buruk. Ini juga menjadi perhatian serius dari ACT, kami akan memberangkatkan bantuan pangan dan tenaga medis," ujar Husaini.[]

 

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.