01 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ada Dugaan Pungli Dana BOS Madrasah di Kemenag Pidie, Jumlahnya Miliaran Rupiah

...

  • PORTALSATU
  • 05 August 2020 18:40 WIB

Ilustrasi pungli. Sumber google
Ilustrasi pungli. Sumber google

BANDA ACEH - Oknum pejabat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pidie diduga memungut liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019 dari seluruh madrasah di kabupaten setempat. Besaran pungli bervariasi sesuai jumlah BOS diterima masing-masing madrasah, bahkan ada yang mencapai Rp71 juta per madrasah.

Data diperoleh portalsatu.com, Kabupaten Pidie memiliki 78 madrasah (MIN, MTsN/S, MAN dan MAS). Dari jumlah tersebut, hanya 66 madrasah yang rincian setorannya tercatat. Terkumpul dana pungli dari 66 madrasah ini senilai Rp1,619 milar dari Rp19,478 miliar keseluruhan dana BOS diterima.

Beberapa kepala madrasah mengakui diminta menyetor sejumlah uang BOS dalam rapat di Aula Kemenag Pidie pada 22 Mei 2019 yang dihadiri seluruh kepala madrasah setempat. Rapat bertepatan 17 Ramadhan 1440 H itu, dipimpin langsung Haji Fadhli, S.Ag yang saat itu menjabat Kepala Kankemenag Pidie. Hadir juga Kasubag TU Kemenag Pidie Imran, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Hj. Saudah Pakeh dan seorang Staff Penmad, Irawati

"Saya menyerahkan langsung ke bagian bendahara atau ke orang yang ditunjuk Kemenag Pidie sebagai tempat penyerahan uang,” ungkap  salah seorang Kepala Mandrasah Tsanawiyah di Kabupaten Pidie, Rabu 5 Agustus 2020.

Menurut sumber ini, sesuai hasil rapat sebelumnya bahwa uang tersebut diserahkan tunai ke pihak Kemenag bukan lewat transfer. Sedangkan besaran uang yang diminta disesuaikan dengan jumlah dana BOS yang diterima masing-masing madrasah.

“Jangka waktu setoran memang tidak ditentukan dalam rapat waktu itu. Tetapi, sekitar satu minggu setelah rapat  semua madrasah sudah menyetornya. Kalau tujuan dari ini saya kurang tahu,” jelas sumber yang meminta redaksi media ini untuk merahasiakan namanya.

Pengakuan serupa juga disampaikan salah seorang kepala Mandrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Menurutnya, sekolahnya juga ada menyerahkan uang tersebut, meskipun dirinya tidak hadir dalam rapat yang digelar di Aula Kemenag Pidie waktu itu. “Kami juga menyetor uang itu, namun jumlah rincinya saya sudah lupa antara Rp5 atau Rp6 juta,” katanya.

Sementara ada juga beberapa kepala madrasah lainnya memilih tidak mau bicara soal ini. Bahkan ada yang mengaku tidak ikut rapat dan tidak mengetahui soal pengutipan dana BOS ini, meski data sekolahnya turut tercatat dalam list penyerahan uang ke Kemenag.”Saya waktu itu kurang sehat sehingga tidak ikut rapat,” jawab seorang Kepala MIN lainnya.

Mantan Kakankemenag Pidie, Haji Fadhli, S.Ag yang saat ini memimpin Kemenag Kualasimpang mengatakan, pungli yang disampaikan tersebut tidak benar. Fadhli mengaku persoalan ini sudah selesai dan tim kejaksaan sudah turun menyelidiki dugaan ini.

“Saya sudah mendapat informasi soal ini. Bahkan ini sudah dilaporkan hingga ke Kapolri dan Kejaksaan Agung. Tim dari Kejari Pidie dan Kejati Aceh sudah turun memeriksa, pungli ini tidak benar. Ini semuanya sudah selesai, tim kejaksaan juga sudah turun,” bantahnya pada portalsatu.com, sembari menyebut nama salah seorang penyidik di Kejati Aceh yang menurut Fadhli telah turun menyelidiki dugaan ini.

Terkait rapat di Aula Kemenag Pidie 22 Mei 2019, Fadhli mengakuinya. Namun menurutnya, rapat itu tidak membahas soal kutipan dana BOS. “Tidak ada itu, masalahnya juga sudah selesai” katanya.

Bantahan serupa turut dikemukakan Irawati, staff Penmad Kemenag Pidie. Dalam pungli ini, Irawati disebut-sebut sebagai orang yang ditunjuk menerima setorang uang dari para kepala madrasah. Irawati mengatakan, dirinya tidak pernah menerima setorang uang pungutan dari kepala madrasah, meski pun membenarkan soal rapat 22 Mei 2019 di Aula Kemenag Pidie.

“Rapat ada, tapi saya kan hanya staff di situ, jadi, saya kurang tau apa yang dibahas dalam rapat waktu itu. Saya tidak pernah menerima setorang dari para kepala madrasah,” jawabnya

Irawati juga mengaku tidak tahu jika persoalan ini sudah sampai ke kejaksaan apalagi turut memeriksa dirinya. “Saya kurang tau itu, saya hanya staff biasa,” ujarnya lagi.[](tim)

Editor: Juli Amin

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.