22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aksi 'Aceh Bela Muslim Uighur': Prof. Farid Wajdi Desak Pemerintah Besikap Tegas

...

  • Jamaluddin
  • 21 December 2018 20:00 WIB

Prof. Farid Wajdi Ibrahim berpose dengan bendera Uighur usai aksi 'Aceh Bela Muslim Uighur', di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 21 Desember 2018. Foto: Jamaluddin/portalsatu.com
Prof. Farid Wajdi Ibrahim berpose dengan bendera Uighur usai aksi 'Aceh Bela Muslim Uighur', di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 21 Desember 2018. Foto: Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, meminta pemerintah Indonesia untuk memeriksa isu terkait penindasan Muslim Uighur oleh pemerintah China, apakah benar atau justru hoaks. Apabila itu benar adanya, Farid meminta pemerintah Indonesia supaya beriskap tegas dan ikut berupaya menghentikan penindasan tersebut.

"Karena untuk zaman sekarang yang seperti-seperti itu (penindasan) tidak berlaku lagilah," ujar Farid kepada para wartawan usai aksi 'Aceh Bela Muslim Uighur', di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 21 Desember 2018, siang.

Dalam aksi damai itu, massa Solidaritas Aceh untuk Muslim Uighur (SAuMU) turut membacakan pernyataan sikap atas penindasan dan kekejaman rezim China terhadap etnis Uighur. (Baca: Ini Bunyi Pernyataan Sikap Solidaritas Aceh untuk Muslim Uighur)

Farid juga berharap media massa memberitakan fakta yang sesungguhnya terkait peristiwa dialami Muslim Uighur. "Kita harapkan kepada media untuk memberitakan itu yang sesungguhnya apa yang terjadi. Jadi, kalau ada berita itu, tolong dibongkar supaya masyarakatnya terlepas dari penindasan-penindasan. Kebetulan itu orang Islam. (Terhadap) non-Islam pun kita tidak setuju untuk melakukan hal-hal di luar batas kemanusiaan," katanya.

Menurut Farid, aksi dilakukan pihaknya untuk memberikan dukungan dan doa kepada Muslim Uighur. "Tapi kita juga minta kepada lembaga-lembaga di Indonesia, apakah ormas, apakah partai, apakah yang LSM, bekerjalah untuk ini semuanya. Kalau tidak, untuk apa disuarakan yang lainnya, kalau ini yang besar lupa, apalagi yang kecil," kata Guru Besar UIN Ar-Raniry itu.

Farid menambahkan, pihaknya bersama lembaga-lembaga lainnya akan terus mendorong pemerintah Indonesia sampai ada respons yang tegas terhadap pemerintah Cina terkait Muslim Uighur. Seperti respons pemerintah yang tegas kepada Israel terkait isu Palestina.

"Seperti yang dilakukan pada Israel itu sangat menentukan di dunia, kenapa ke Cina tidak berani? Semestinya pemerintah sudah mengambil kebijakan dan tak perlu menunggu pernyataan sikap terhadap isu penindasan Muslim Uighur dari masyarakat seperti ini," kata Farid.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.