13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Alasan Mujibburahman Menyorot Perjuangan GAM: Aceh Jangan Lagi Gagal

...

  • portalsatu.com
  • 04 December 2017 13:20 WIB

Mujibburahman. @Dok Facebook
Mujibburahman. @Dok Facebook

BANDA ACEH - Salah satu pemuda Aceh yang kini bekerja di Badan Keahlian DPR RI, Mujibburahman, menuliskan 14 catatan kegagalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memerdekakan Aceh. Catatan tersebut kemudian dicantumkan di akun Facebook miliknya, bertepatan dengan peringatan Milad ke 41 GAM, Senin, 4 Desember 2017.

Postingan Mujibburrahman yang juga mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini mendapat sorotan dari banyak pihak. Apalagi, menurut informasi, dia baru saja "berjibaku" opini dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Lantas apakah status Mujibburahman ini berkaitan erat dengan perang opini dengan Irwandi beberapa waktu lalu?

"Sama sekali tidak. Gubernur Irwandi saya sebut karena punya catatan dalam perjuangan GAM, dan saat ini memimpin Aceh. Pesan saya juga ke beliau. Jangan dikaitkan ya," tulis Mujibburahman menjawab portalsatu.com melalui inbox facebook, Senin siang.

Banyak yang menduga sikap kritis Mujibburahman kepada pemerintah Aceh dan kemudian menyusul menyorot GAM, salah satu cara pemuda ini menarik perhatian publik. Lagipula, pemilihan legislatif 2019 kian dekat. Mujibburahman kemudian dituding memanfaatkan momentum tersebut sebagai "barang dagangannya" untuk menarik simpatik massa di Aceh.

Meskipun demikian, Mujibburahman membantah jika sikap kritisnya itu karena kepentingan politik 2019. Dia mengaku tidak memiliki obsesi politik sejauh itu. "Sama sekali tidak. Obsesi politik saya bukan di sana dan waktunya pun tepat. Saya akan memantaskan diri dulu sebelum benar-benar maju dan bertarung dalam dunia politik," tulisnya lagi.

Dia mengatakan sikap kritisnya yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh dan GAM murni dilandasi pada rasa cintanya terhadap Aceh. Menurutnya kritik adalah cinta dan bukan kebencian. 

"Kritik adalah cinta bukan kebencian. Kalau ada yang menganggap saya benci, maka perlu dirukyah kembali agar lebih waras," katanya lagi.

Pun demikian, Mujibburahman mengakui gaya kritikannya acapkali pedas dan membangkitkan emosional para pihak yang menjadi sorotan. Namun, pemuda yang kini tinggal di Bogor tersebut mengaku hal itu bukan karena dia membenci.

"Gaya saya mengkritik kadang-kadang pedas, tapi bukan karena faktor kebencian, tapi itulah gaya saya. Kalau orasi mungkin akan lebih pecah karena orang akan mendengar langsung suara saya," ujarnya lagi. 

Sebagai pemuda Aceh, Mujibburahman menggantungkan harapan besar pada kebangkitan dan kemakmuran masyarakat Aceh. Dia berharap Aceh tidak lagi gagal dalam merajut mimpi tersebut.

"Mimpi kita, Aceh jangan lagi gagal dan para ekskombatan harus memahami lebih detail bahwa pertarungan bersenjata akan lebih sulit dan akan menghabiskan energi. Mereka harus mampu menjadi kasalitator kebangkitan Aceh. Jangan sibuk pada hal-hal yang tidak substantif," tulis Mujibburahman mengakhiri wawancara singkat dengan portalsatu.com.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.