15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Alkes Senilai Belasan Miliar Rusak, Anggota DPRA Sorot RSUD Tgk. Chik Ditiro

...

  • ZAMAH SARI
  • 17 December 2019 19:05 WIB

Foto: dokumen Anwar Husen
Foto: dokumen Anwar Husen

SIGLI - Sejumlah pasien Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Tgk. Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, terpaksa dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh lantaran computerized tomography scan (CT scan) tidak berfungsi. Padahal, alat kesehatan (alkes) itu dibeli dengan dana sekitar Rp13 miliar tahun 2016 lalu.

Kondisi itu membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Pidie, Anwar Husen, berang. Dia menilai pelayanan RSUD Sigli sangat mengkhawatirkan. Pasien yang seharusnya bisa dilayani di Pidie, terpaksa diboyong ke RSUZA Banda Aceh.

Anwar Husen mengatakan, keluhan itu dia temukan ketika menjenguk pasien di RSUZA beberapa hari lalu. "Rata-rata pasien yang sempat kita temui di RSUZA dirujuk karena CT scan rusak (di RSUD Chik Ditiro). Mereka mengeluh karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan di Banda Aceh," ungkap Anwar Husen kepada portalsatu.com, Selasa, 17 Desember 2019.

Anwar Husen sudah mempertanyakan kepada manajemen RSU Chik Ditiro Sigli tentang laporan pasien. Pengakuan manajemen RSUD itu, alat CT scan rusak sejak sekitar enam bulan lalu.

"Anehnya, kerusakan alkes vital dianogsa berbagai penyakit itu sudah setengah tahun rusak, tidak kunjung diperbaiki hingga sekarang," imbuh Anwar Husen yang juga Sekretaris Partai Aceh Wilayah Pidie.

Anwar Husen menyebutkan, RSUD Chik Ditiro yang merupakan salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seharusnya tidak boleh ada persoalan dengan layanan. Pasalnya, pihak RSUD itu sudah bisa menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) secara mandiri, sehingga tidak ada alasan tak ada dana.

"Sorotan kita, bagaimana pengelolaan BLUD dan kemana pendapatan digunakan, sehingga untuk biaya perbaikan peralatan rusak saja tidak mampu," pungkas Anwar Husen.

Kepala Sub-Bagian Hukum dan Humas RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli,  Usman Z., Selasa, 17 Desember 2019, mengakui CT scan merek Philips buatan Jerman itu sudah rusak sejak lima bulan lalu. Menurut dia, sudah diupayakan perbaikan dengan panduan teknisi perusahaan bidang alkes itu, tapi belum berhasil.

Usman mengatakan, saat ini RSUD sudah menyediakan anggaran Rp1 miliar untuk memperbaiki alkes tersebut. Penyediaan anggaran, lanjut Usman, sesuai permintaan perusahaan Rp980 juta.

"Sudah kita kontak melalui surat ke teknisi resmi perusahaan. Dari jawaban perusahaan dalam beberapa hari ini teknisi akan tiba," ucap Usman.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.