16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Anggota DPR RI Isi Seminar Literasi Kebangsaan di Banda Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 12 April 2019 16:50 WIB

Muslim Ayub. Foto istimewa
Muslim Ayub. Foto istimewa

BANDA ACEH – Forum Aceh Menulis (FAMe) akan menggelar seminar Literasi Kebangsaan bertajuk “Mengokohkan Indonesia dengan Empat Pilar Kebangsaan”, di Aula Kearsipan dan Perpustakaan Aceh, Sabtu, 13 April 2019. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, anggota DPR RI Muslim Ayub dan Pembina FAMe Yarmen Dinamika.

Panitia seminar, Hayatullah Pase, mengatakan sejak berdiri pada pertengahan 2017 lalu, FAMe konsisten mengadakan kelas mingguan tentang literasi yang dikemas dengan berbagai topik dan disesuaikan dengan kondisi kekinian.

Hayatullah menyebutkan, di tahun politik ini banyak terjadi gesekan-gesekan di masyarakat akibat perbedaan pilihan politik. Padahal, sebagai masyarakat Indonesia yang majemuk, sudah sepatutnya tetap mengedepankan nilai-nilai atau semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Secara khusus kita punya empat pilar kebangsaan yang diharapkan menjadi perekat sesama anak bangsa, yaitu Pilar Pancasila, Pilar Undang-Undang Dasar 1945, Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pilar Bhinneka Tunggal Ika. Dalam konteks ini literasi memiliki andil besar dalam mencerdaskan masyarakat, dan kecerdasan tersebut akan membuat masyarakat tidak lagi memikirkan tentang perbedaan-perbedaan,” ujar Hayatullah melalui siaran pers, Jumat, 12 April 2019.

Menurut Hayatullah, semangat itulah yang harus terus disuarakan khususnya oleh generasi muda Indonesia. Meskipun dunia terus bergerak menuju tatanan sistem yang modern, tetapi semangat yang terpatri di hati tetaplah semangat Indonesia.

Dalam seminar itu, Muslim Ayub akan menyampaikan tentang Empat Pilar Kebangsaan dan Politik Kontemporer. Sedangkan Yarmen Dinamika akan membahas tentang Literasi Kebangsaan dalam Hubungan Aceh-Pusat.

“Literasi itu konteksnya sangat luas, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas baca tulis. Menjadi warga negara yang berbudi pekerti luhur dan menghargai perbedaan juga bagian dari praktik literasi,” ujar Hayatullah.

Hayatullah mengatakan, antusiasme peserta cukup tinggi. Hingga Jumat sore ini peserta terus mendaftar, sementara kuota dibatasi untuk 160 orang.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.