01 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Anggota DPRA Sulaiman Minta RSUDZA tak Potong Remunerasi Tenaga Medis

...

  • Fakhrurrazi
  • 22 May 2020 16:45 WIB

Sulaiman. Foto istimewa
Sulaiman. Foto istimewa

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman, S.E., meminta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA), Azharuddin, agar tidak memotong remunerasi tenaga medis di rumah sakit umum tersebut.

Hal itu disampaikan menanggapi adanya informasi pemotongan remunerasi akibat penurunan kunjungan pasien ke rumah sakit dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh.

"Saya mendapati adanya Surat Edaran (SE) Nomor: 900/05278 yang ditandatangani langsung oleh Direktur RSUZA, Banda Aceh Dr. dr. Azharuddin tertanggal 14 Mei 2020, tentang Rasionalisasi dan Rekondisi Belanja Tahun 2020," kata Sulaiman kepada wartawan Kamis, 21 Mei 2020.

Dalam Surat Edaran itu dua poin penting. Poin pertama berbunyi: Sehubungan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berimbas pada pelayanan penurunan kunjungan pasien dan terdampak pada penurunan pendapatan rumah sakit. Maka sesuai Peraturan Gubernur Aceh Nomor 101 Tahun 2013 tentang Pedoman Pemberian Remunerasi pada Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Pemerintah Aceh Bab V Pasal 8 ayat (7) maka akan dilakukan rasionalisasi dan rekondisi belanja:

Akan dilakukan penyesuian penurunan belanja jasa pelayanan pada Maret 2020 sebesar 10 pesen dan April 2020 sebesar 50 persen dari plafon belanja jasa pelayanan saat ini. Bila kondisi kembali normal dan pendapatan rumah sakit meningkat, maka platfon jasa pelayanan akan disesuaikan kembali.

Poin kedua berbunyi: Berkenan hal tersebut di atas, diharapkan kepada sudara untuk dapat menyampaikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada unit kerja saudara.

"Jika hal itu benar terjadi di RSUDZA, maka akan terzalimi sejumlah tenaga medis yang ada, padahal selama ini teman-teman di RSUDZA sudah berkerja maksimal, ditambah lagi dengan ancaman virus yang mematikan. Maka saya meminta direktur jangan mencari cari alasan agar bisa dipotong hak tenaga medis," tegasnya.

Disamping itu, politikus Partai Aceh itu berpendapat, jika rasonalisasi terjadi dan harus dikorbankan hak hak tenaga medis, ini sudah mengangkangi kebijakan Plt. Gubernur Aceh yang berjanji memberikan hak lebih untuk tenaga medis yang berjuang di garda terdepan melawan Covid-19.

"Direktur RSUZA jangan sok berani melawan kebijakan pimpinan dia sendiri. Bek salah jep ubat Pak Dirut (Jangan salah minum obat), sayangi tenaga medis," ungkapnya.

Terakhir, ia berharap, jikapun rasonalisasi anggaran harus dilakukan, maka hak-hak lebih tenaga medis jangan diganggu. Sehingga tidak ada petugas kesehatan yang merasa tak dihargai atas perjuangannya selama ini.

"Apalagi Aceh sudah mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 1,7 triliun, jadi, saya ingatkan direktur jangan mencoba mengambil kebijakan yang dapat menyakiti hati tenaga medis," pungkasnya.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.