25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Anggota Kelompok Sayap Kanan Inggris Dipenjara

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 08 March 2018 17:40 WIB

Britain First dikenal karena pandangan anti-Islam, sering mengadakan protes terhadap masjid dan memprovokasi di hadapan umum

LONDON - Sejumlah anggota kelompok sayap kanan ekstrem di Inggris divonis bersalah atas tindakan pengusikan atas kelompok agama oleh pengadilan di Inggris. Kelompok itu sempat diberitakan tahun lalu setelah Presiden AS Donald Trump membagikan cuitan mereka di Twitter.

Paul Golding, ketua kelompok ekstremis Britain Frist, dan wakilnya Jayda Fransen masing-masing ditahan selama 18 pekan dan 36 pekan setelah menghadapi hakim di Folkstone.

Golding dinyatakan bersalah atas satu insiden pelecehan agama dan Fransen dalam tiga kesempatan.

Keduanya ditahan tahun lalu ketika menyebar selebaran dan mengunggah video-video yang menyudutkan kaum minoritas Muslim di Inggris.

Hakim Justin Barron mengatakan aksi Golding dan Fransen "menunjukkan kebencian" terhadap warga Muslim dan agama Islam.

November lalu, Trump membagian sejumlah cuitan Britain First yang mengandung sentimen anti-Muslim.

Tiga video itu awalnya diunggah oleh Fransen, yang pada November 2016 lalu juga pernah dihukum akibat pelecehan agama.

Tidak lama setelah insiden itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May menggambarkan kelompok itu sebagai "organisasi yang penuh kebencian".

Trump kemudian mengatakan kepada stasiun televisi ITV dia siap minta maaf atas kesalahannya itu.

"Bila Anda mengatakan kepada saya mereka adalah orang-orang yang buruk dan rasis, saya tentu akan minta maaf bila memang itu yang diingingkan," kata Trump.

Di Inggris, Britain First terkenal karena pandangan mereka yang anti-Islam, sering mengadakan protes terhadap masjid dan memprovokasi di hadapan umum serta di internet.[]Sumber:anadolu agency

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.