15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

2017-2019
APBK Lhokseumawe: Belanja Pegawai Lebih Besar dari Belanja Modal

...

  • Fazil
  • 12 November 2019 17:35 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa/net
ilustrasi. Foto: istimewa/net

LHOKSEUMAWE – Alokasi anggaran Pemerintah Kota Lhokseumawe selama ini tampak belum memihak kepada rakyat. Itu terlihat dari belanja pegawai jauh lebih besar dibandingkan belanja modal, setidaknya dalam APBK Lhokseumawe tiga tahun terakhir, 2017-2019. Lantas, bagaimana dengan tahun 2020 yang rancangan anggarannya sedang dibahas legislatif bersama eksekutif?

Data dilihat portalsatu.com, 11 November 2019, dalam buku Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perubahan APBK 2019, dan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 27 Tahun 2019 tentang Penjabaran Perubahan APBK 2019, pendapatan daerah senilai Rp921,10 miliar lebih dan belanja daerah Rp947,06 miliar lebih, sehingga defisit Rp25,95 miliar lebih. Defisit itu ditutup dengan penerimaan pembiayaan bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA).

Dari total pendapatan daerah tahun 2019 Rp921,10 miliar lebih, pendapatan asli daerah (PAD) ‘hanya’ 76,17 miliar lebih. Sehingga, ketergantungan Pemkot Lhokseumawe kepada pendapatan transfer dari pemerintah pusat sangat tinggi.  

Sementara itu, alokasi belanja pegawai—yang merupakan bagian dari belanja operasi—tahun anggaran 2019 mencapai Rp371,51 miliar lebih. Rinciannya, belanja pegawai dalam belanja tidak langsung Rp307,33 miliar lebih, dan belanja pegawai pada belanja langsung Rp64,18 miliar lebih. Alokasi belanja barang dan jasa—juga bagian dari belanja operasi—Rp221,53 miliar lebih.

Sedangkan belanja modal Kota Lhokseumawe tahun 2019 Rp214,32 miliar lebih, jauh lebih kecil dibandingkan belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.

2017-2018

Data dalam buku Laporan Realisasi APBK Lhokseumawe tahun anggaran 2018, alokasi pendapatan daerah Rp807,87 miliar lebih, realisasinya Rp749,4 miliar lebih. Dari jumlah itu, realisasi PAD ‘hanya’ Rp65,61 miliar lebih.

Alokasi belanja daerah Rp860,9 miliar lebih, realisasi Rp775,48 miliar lebih. Alokasi belanja pegawai Rp362,59 miliar lebih, realisasi Rp331,57 miliar lebih. Alokasi belanja barang dan jasa Rp138,63 miliar lebih, realisasi Rp113,39 miliar lebih

Adapun alokasi belanja modal Rp148,15 miliar lebih, realisasi Rp143,08 miliar lebih.

Tahun anggaran 2017, realisasi pendapatan daerah Rp901,72 miliar lebih, PAD Rp62,98 miliar lebih. Realisasi belanja daerah Rp870,16 miliar lebih, belanja pegawai Rp345,44 miliar lebih, belanja barang dan jasa Rp99,77 miliar lebih.

Sedangkan realisasi belanja modal Rp223,59 miliar lebih.

Sumber portalsatu.com menilai data tersebut menunjukkan anggaran Kota Lhokseumawe belum memihak kepentingan masyarakat luas dan pembangunan daerah lantaran belanja pegawai jauh lebih besar dibandingkan belanja modal.

“Baru bisa dikatakan Pemkot Lhokseumawe prorakyat kalau alokasi anggarannya lebih besar belanja modal untuk pembangunan. Paling tidak seharusnya berimbang antara belanja pegawai dengan belanja modal. Caranya, pangkas secara signifikan anggaran operasional atau dana rutin seperti dana perjalanan dinas, acara seremoni dan kegiatan-kegiatan yang tidak mendesak,” kata satu sumber.     

Penjelasan wakil wali kota

Wakil Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, mengatakan, pihaknya mengupayakan anggaran daerah bisa mencapai Rp1 triliun lebih, tapi belum berhasil. “Anggaran yang diharapkan bisa masuk Rp1 triliun lebih, ternyata tidak bisa, dan otomatis pegawai yang sudah ada serta honor-honor yang sudah ada, ini pastinya (belanja) akan terserap ke sana duluan,” ujar Yusuf Muhammad menjawab portalsatu.com di lokasi ‘Lhokseumawe Expo City’, Pasar Induk, Ujong Blang, Lhokseumawe, 11 November 2019.

Yusuf menyebutkan, “Karena itu (gaji PNS) menyangkut dengan tanggung jawab kita, dan itu ada perintah khusus dari pemerintah pusat melalui dana alokasi umum”.

“Selebihnya, itu kita pergunakan kepada kepentingan publik. Banyak juga untuk kepentingan publik atau masyarakat yang kita arahkan anggarannya menyangkut dengan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya sesuai dengan porsinya yang diatur dalam undang-undang. Jadi, tidak semua untuk belanja pegawai, tapi ada untuk publik juga. Dan, kita akan mengejar untuk menaikkan pendapatan ke depan yang lebih baik,” kata Yusuf yang juga mantan anggota DPRK Lhokseumawe.

Ditanya apakah kondisi sama—belanja pegawai jauh lebih besar dari belanja modal—juga akan terjadi pada tahun anggaran 2020 yang sekarang sedang pembahasan bersama dewan, Yusuf mengatakan “Kita selalu berusaha untuk lebih kepentingan publik, tapi terkadang orang salah mengasumsi bahwa kepentingan pendidikan, kesehatan dianggap untuk kepentingan pegawai. Sebenarnya itu bukan demikian. Itu kepentingan publik atau masyarakat yang kita arahkan”.

“Termasuk diberikan jatah hidup atau jadup untuk orang tua (lanjut usia). Jika dihitung secara keseluruhan itu masih berimbang,” ucap Yusuf tanpa merincikan data anggaran dimaksud agar pernyataannya dapat meyakinkan publik.

Pengertian belanja pegawai dan belanja modal

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dijelaskan klasifikasi belanja daerah terdiri atas: a. belanja operasi; b. belanja modal; c. belanja tidak terduga; dan d. belanja transfer.

Belanja operasi merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja operasi dirinci atas jenis: a. belanja pegawai; b. belanja barang dan jasa; c. belanja bunga; d. belanja subsidi; e. belanja hibah; dan f. belanja bantuan sosial.

Belanja pegawai—salah satu bagian dari belanja operasi—digunakan untuk menganggarkan kompensasi yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kompensasi dimaksud diberikan kepada kepala daerah/wakil kepala daerah, pimpinan/anggota DPRD, dan pegawai ASN.

Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai ASN dengan memerhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tambahan penghasilan dimaksud diberikan berdasarkan pertimbangan beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja, dan/atau pertimbangan objektif lainnya.

Belanja barang dan jasa digunakan untuk menganggarkan pengadaan barang/jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 bulan, termasuk barang/jasa yang akan diserahkan atau dijual kepada masyarakat/pihak ketiga.

Sedangkan belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi: a. belanja tanah, digunakan untuk menganggarkan tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; b. belanja peralatan dan mesin, digunakan untuk menganggarkan peralatan dan mesin mencakup mesin dan kendaraan bermotor, alat elektronik, inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 bulan dan dalam kondisi siap pakai.

Berikutnya, c. belanja bangunan dan gedung, digunakan untuk menganggarkan gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; d. belanja jalan, irigasi, dan jaringan, digunakan untuk menganggarkan jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang dibangun pemerintah daerah serta dimiliki dan/atau dikuasai pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai.

Lalu, e. belanja aset tetap lainnya, digunakan untuk menganggarkan aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; dan f. belanja aset lainnya, digunakan untuk menganggarkan aset tetap yang tidak digunakan untuk keperluan operasional pemerintah daerah, tidak memenuhi definisi aset tetap, dan harus disajikan di pos aset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya.[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.