15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Awal 2019, Banda Aceh Terbitkan Kartu Identitas Anak

...

  • PORTALSATU
  • 24 July 2018 15:00 WIB

Pembukaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Aula Gedung Mawardy Nurdin,  24 Juli 2018. @Humas Setda Banda Aceh
Pembukaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Aula Gedung Mawardy Nurdin, 24 Juli 2018. @Humas Setda Banda Aceh

BANDA ACEH - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh mulai menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) pada awal tahun 2019.

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Emila Sovayana, mengatakan, KIA akan diberikan kepada setiap anak  berusia 0-17 tahun. Jumlah anak berusia 0-17 di Banda Aceh per 23 Juli 2018 sebanyak 3.693 jiwa.

“Syarat utama pembuatannya adalah akta kelahiran. Dengan adanya KIA tentu akan meningkat cakupan kepemilikan akta kelahiran anak di Banda Aceh,” kata Emila di sela-sela pembukaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Selasa, 24 Juli 2018.

Menurut Emila, untuk mendapatkan KIA, masyarakat dapat datang ke Kantor Disdukcapil. “Prosesnya cepat dan mudah. Bahkan tim kami mulai turun ke gampong-gampong untuk ‘menjemput bola’ agar semakin memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Sekda Banda Aceh, Bahagia, mengatakan KIA yang akan dimiliki setiap anak Indonesia menjadi tanda pengenal atau sebagai bukti diri yang sah bagi anak. “KIA ini merupakan perwujudan kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Bahagia.

Bahagia menambahlan, dasar pertimbangan penerbitan KIA, saat ini anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan sistem informasi dan adminstrasi kependudukan. Pemerintah berkewajiban memberikan identitas kependudukan kepada seluruh WNI yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Pemberian KIA akan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pelayan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak,” ujar Bahagia.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.