12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Azhari Idris: Sebagian Pegawai BPMA akan Sign Kontrak Senin Ini

...

  • Rino
  • 05 August 2018 12:00 WIB

Azhari Idris. @id.linkedin.com
Azhari Idris. @id.linkedin.com

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPMA, Azhari Idris, mengawali tugasnya untuk mengaktifkan badan ini secara keorganisasian. Ia ditunjuk oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, sebagai Plt. Kepala BPMA sejak 27 Juli lalu lantaran masa jabatan Marzuki Daham sebagai kepala badan ini sudah berakhir.

Baca juga: Mengenal Azhari Idris, Plt. Kepala BPMA

"Pertama, saya akan mengaktifkan BPMA secara organisasi di Banda Aceh. Hari Senin, 6 Agustus 2018, saya akan panggil semua calon pegawai BPMA yang sudah lulus. Saya akan briefing tentang prosedur mereka menjadi pegawai BPMA. Sebagian di antara mereka, pada hari yang sama akan sign kontrak dengan BPMA. Dalam seminggu kemudian, kita akan aktifkan kantor BPMA di Banda Aceh. Dan mereka mulai bekerja pelan-pelan," ujar Azhari dalam wawancara dengan portalsatu.com lewat telepon seluler, Sabtu, 4 Agustus 2018, malam.

Para calon pegawai itu direkrut dan dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian tes akhir tahun lalu pada masa Marzuki Daham menjabat Kepala BPMA. Mereka yang direkrut, sebanyak lebih 50 orang untuk ditugaskan di lima divisi BPMA.

Menurut Azhari, pada Senin nanti juga akan dilakukan on boarding (proses persiapan) terhadap seluruh karyawan BPMA. Hal ini dinilai penting agar mereka dapat berperan secara efektif sebagai pegawai BPMA. On boarding merupakan proses di mana karyawan mempelajari sikap, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan agar mereka dapat berperan secara efektif dalam organisasi. 

"Jadi, mereka akan kita berikan training-training khusus, yang berhubungan dengan bagaimana pengawasan dan pengendalian kegiatan hulu migas di Indonesia, terutama di Aceh. Nanti kita akan kerja sama dengan SKK Migas, dan kementerian/lembaga terkait yang ada di Jakarta. Kita hadirkan ke Aceh, untuk mendidik para pegawai BPMA, supaya ketika nanti mereka bekerja, mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan," kata Azhari.

Terlambat difungsikannya para pegawai BPMA yang direkrut sejak Desember tahun lalu itu, menurut Azhari, karena terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui berkaitan dengan anggaran dan kebutuhan operasional BPMA. "Harus ajukan anggaran dan sebagainya kepada pemerintah pusat, karena kan pakai APBN. Harus ada persetujuan Bappenas, beberapa kementerian lembaga terkait, dan sebagainya, yang memerlukan waktu," ucapnya.

Menurut Azhari, di usianya yang tergolong masih belia, BPMA masih harus banyak belajar, baik dari SKK Migas maupun kementerian terkait.

Untuk diketahui, BPMA adalah suatu badan pemerintah yang dibentuk untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian bersama kegiatan usaha hulu di bidang migas yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh (0 sampai 12 mil laut). BPMA dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Migas di Aceh, yang merupakan PP turunan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Jabatan Kepala BPMA sangat strategis. Tugas dan wewenang Kepala BPMA antara lain menandatangani kontrak kerja sama, dan melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai kontrak kerja sama. Hal itu diatur dalam pasal 21 PP Nomor 23 Tahun 2015.[]

Lihat pula: Siapa Plt. Kepala BPMA

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.