23 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Banda Aceh Tuan Rumah Pertemuan IMT-GT, Ini Kata Wali Kota Aminullah

...

  • Fazil
  • 08 August 2018 14:55 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah Sustainable Urban Development Workshop, 1St Green Cities Mayor Council Meeting and Indonesia-Malaysia-Thailand and Growth Triangle (3Rd IMT-GT) Green Council Meeting, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu, 8-9 Agustus 2018. 

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, para Ketua Menteri, Wali Kota dan Delegasi  IMT-GT dari berbagai daerah, Forkopimda Kota Banda Aceh, para Kepala SKPA di lingkungan Pemerintah Aceh, Wali Kota dan Pimpinan Tinggi dari ketiga negara yang tergabung dalam Forum Green Council, serta delegasi dari CIMT, ICLEI, dan CMGF.

Wali Kota Aminullah Usman mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para pihak karena telah memilih Kota Banda Aceh sebagai lokasi pertemuan yang melibatkan banyak peserta serta pembicara dari tiga negara. Tentunya ini menjadi pembuktian bahwa Banda Aceh merupakan kota yang layak dan mampu menjadi tuan rumah bagi event besar, bahkan bertaraf internasional.

"Kita berharap pertemuan IMT-GT di kota ini dapat berjalan dengan lancar dan kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Thailand. Khususnya bagi Provinsi Aceh termasuk di dalamnya Banda Aceh," kata Aminullah saat konferensi pers di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu siang.

Menurut Aminullah, IMT-GT bertujuan memacu pembangunan di provinsi atau negara bagian yang berpartisipasi di tiga negara. Misalnya, KTT IMT-GT ke-9 pada 28 April 2015 di Langkawi Kedah telah mendukung inisiatif Rencana Aksi Kota Hijau/Green City Action Plan (GCAP), yang sedang dilaksanakan di Malaka (Malaysia), Songkhla (Thailand) dan akan segera dilaksanakan di Medan dan Batam, Indonesia. 

"Inisiatif itu menekankan tentang perlunya tindakan individu dan kolektif yang berkelanjutan untuk memitigasi dampak lingkungan, termasuk meningkatnya risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim," ujar Aminullah.

Untuk itu, lanjut Aminullah, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk memenuhi delapan atribut kota hijau yang umumnya dikenali bersama. Terkait dengan isu komunitas hijau, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai komunitas yang bergerak pada isu kebersihan dan lingkungan.  

"Kita terus berupaya untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah atau sampah untuk menciptakan zero waste dengan menerapkan konsep 3R yaitu reduce (mengurangi sampah), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang)," ungkap Aminullah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.