18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Banjir di Aceh Barat, Ini Kata Bupati dan Camat

...

  • ANTARA
  • 03 December 2018 13:10 WIB

Seorang warga terbaring di teras rumahnya yang terendam banjir di Desa Pasi Leuhan, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (16/10/2018). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama
Seorang warga terbaring di teras rumahnya yang terendam banjir di Desa Pasi Leuhan, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (16/10/2018). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama

BANDA ACEH - Bupati Aceh Barat, Ramli MS., menyatakan daerah yang dipimpinnya tersebut sudah tergolong darurat banjir seiring ratusan gampong di sejumlah kecamatan kerap dilanda banjir sejak September hingga Desember 2018.

"Kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Aceh dan juga pusat sebab Aceh Barat saat ini sudah darurat banjir," kata Ramli di sela-sela mengunjungi korban banjir di Woyla Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

Ramli menjelaskan, banjir yang kerap melanda kawasan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak terhadap harta benda termasuk ternak milik masyarakat setempat.

Ada pun kecamatan rawan rendaman banjir meliputi Kecamatan Woyla Barat, Woyla Timur, Woyla, Samatiga, Kaway XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan.

Menurut dia, dampak lainnya yang ditimbulkan banjir adalah sebagian arus transportasi antarkecamatan lumpuh sebab ketinggian air mulai 50 centimeter sampai dua meter.

Ia menambahkan, dampak lainnya yang ditimbulkan oleh banjir yang terus melanda kawasan Aceh Barat sejak Oktober 2018, persediaan bantuan masa panik yang berada di gudang Dinas Sosial menipis.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Barat tersebut meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk segera turun guna membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir yang kerap melanda kawasan itu.

Sementara itu, Camat Woyla Barat, Aceh Barat, Fadlian Syahputra, mengatakan, sembilan gampong di kecamatan setempat terendam banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Banjir pada Minggu (2/12) sore tersebut mengakibatkan 600 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 2.000 jiwa warga yang tersebar di sembilan gampong di Kecamatan Woyla Barat mengungsi ke tempat lebih aman.

"Ada tiga gampong yang paling parah direndam banjir masing-masing Napai, Blang Luah dan Alue Leuhop," kata Fadlian Syahputra di Meulaboh, Minggu.

Fadlian menjelaskan, ketinggian air di tiga gampong tersebut mencapai dua meter sehingga masyarakat mengungsi ke lokasi lebih tinggi.

Sementara gampong lainnya seperti Peuleukung, Cot Lagan, Blang Cot Mameh, Blang Cot Rubek, Cot Rambong, Lhok Malee, Pasi Mali, juga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50 centimeter hingga 80 centimeter.

Menurut Fadlian, sebagian besar warga di kawasan setempat masih memilih bertahan di rumah masing-masing, dan belum mengungsi ke lokasi pengungsian. "Di lokasi ini, warga masih memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga," katanya.

Fadlian menjelaskan, banjir yang melanda kawasan tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sehingga aliran sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Reporter: M. Ifdhal.[]Sumber: antaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.