24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Banjir di Aceh Utara Sepanjang 2018, Kerugian dari Sektor Pertanian Rp2 Miliar

...

  • Fazil
  • 07 January 2019 20:00 WIB

 Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD, Alfian (kiri), dan Sektertaris BPBD Aceh Utara, Murzani (kanan). Foto: fazil
Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD, Alfian (kiri), dan Sektertaris BPBD Aceh Utara, Murzani (kanan). Foto: fazil

ACEH UTARA - Sepanjang 2018 khususnya di Aceh Utara kerap dilanda banjir hingga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian masyarakat dengan jumlah diperkirakan puluhan hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar, melalui Sektertaris BPBD, Murzani, S.Sos., M.T., mengatakan, terjadi bencana alam banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara, sehingga melupanya air Sungai (Krueng) Pase, Krueng Keureuto, dan Krueng Sawang yang menyebabkan jebol tanggul di beberapa lokasi. 

"Khususnya di wilayah Aceh Utara memang sudah sering terjadi banjir, bahkan dalam setiap tahun mengalami  satu sampai empat kali bencana banjir. Biasanya banjir itu disebabkan terjadinya hujan dan banjir kiriman dari Kabupaten Bener Meriah, maka dengan kondisi tanggul di sepanjang bantaran sungai yang belum memadai sehingga berdampak terhadap pemukiman maupun lahan perkebunan pertanian warga akibat meluapnya air sungai tersebut," kata Murzani kepada portalsatu.com, di ruang kerjanya, Senin, 7 Januari 2019. 

Sehingga dampak dari bencana banjir tersebut, lanjut Murzani, berpengaruh terhadap kerugian perekonomian masyarakat. Namun pihaknya terus berupaya dengan berbagai pihak untuk mengurangi potensi terjadinya banjir di daerah tersebut, seperti di Kecamatan Tanah Luas, dan Matangkuli hampir setiap tahun mengalami banjir. Selanjutnya, Lhoksukon, Langkahan, Pirak Timu, Samudera, dan Syamtalira Aron, juga terkena imbas banjir.

"Bahkan kejadian pada November 2018 lalu, di Kecamatan Samudera dan Syamtalira Aron mengalami cukup parah hingga diterjang lima rumah warga di Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron. Akan tetapi rumah warga itu sudah dibangun kembali sebagai partisipasi dari Pemerintah Aceh Utara terhadap masyarakat yang terkena imbas banjir tersebut," ujar Murzani.

Sementara itu, Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara, Alfian, S.Sos., mengungkapkan, akibat banjir yang melanda wilayah Aceh Utara selama tahun 2018 lalu mengakibat kerugian dari sektor pertanian warga seperti persawahaan, perkebunan. Namun, selain itu juga peternakan, infrastruktur jalan, dan lima rumah warga yang ada di Kecamatan Syamtalira Aron

"Tetapi paling dominan lebih banyak kerugiannya dari sektor pertanian. Berdasarkan data dari kita (BPBD) di Kecamatan Samudera akibat terkena imbas banjir hingga memgalami gagal panen kurang lebih sekitar 20 hektare lahan sawah, Lhoksukon 20 hektare, Matangkuli 40 hektare, dan Tanah Luas 15 hektare, sehingga dengan jumlah total sebanyak 95 hektare sawah yang dirugikan. Dan diperkirakan kerugian dari sektor pertanian senilai Rp2 miliar, nilai kerugian akibat banjir itu selama Maret dan November 2018," ungkap Alfian.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.