22 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Banyak SMP UNBK di SMA, Ini Kata Dewan dan Wali Kota

...

  • PORTALSATU
  • 25 April 2018 11:10 WIB

Jailani Usman meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Lhokseumwe, Senin, 23 April 2018. @portalsatu.com
Jailani Usman meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Lhokseumwe, Senin, 23 April 2018. @portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Lebih sebagian SMP penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Lhokseumawe menggunakan ruangan SMA yang memiliki fasilitas komputer.

Sekretaris Komisi D (membidangi pendidikan) DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman, menilai hal itu sebagai solusi bijak bagi SMP yang belum mampu mengadakan komputer untuk pelaksanaan UNBK.

“Menurut saya kalau belum mampu jangan dipaksakan, karena butuh dana yang banyak dan hanya dipakai setahun sekali. Dan UNBK bukan penentuan lulus anak didik. Kalau bisa kerja sama dengan SMA/SMK yang lebih dulu melaksanakan UNBK kenapa tidak,” ujar Jailani usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Lhokseumwe, Senin, 23 April 2018.

Ada pula SMP yang meminjam laptop milik siswa atau walimurid lantaran jumlah komputer di sekolah itu terbatas. Salah satunya, SMPN 1 Lhokseumawe. “Kita berterima kasih kepada kepala sekolah dan guru-guru yang bisa mengantisipasi (kekurangan jumlah komputer) dengan memimjam laptop-laptop walimurid, itu kan bisa kita gunakan,” kata Jailani.

“Kalau kita beli semua, (jika khusus untuk UNBK) hari ini kita pakai, tahun depan baru pakai lagi. Kalau memang ada sekolah yang belum mampu, itu jangan dipaksakan. Kalau bisa kerja sama dengan sekolah yang sudah melaksanakan UNBK, itu sebagai solusi yang baik,” ujar anggota DPRK dari Partai Golkar itu.

Jailani berharap hasil UNBK di Lhokseumawe tahun ini lebih baik lagi dibandingan tahun sebelumnya. “Walaupun tidak menentukan lulus, dan kita setuju UNBK tidak menentukan lulus, karena tidak mungkin tiga tahun mereka belajar, kelulusan ditentukan dengan beberapa hari ujian. Oleh karenanya, kita berharap kepada pihak sekolah selektif dalam menentukan kelulusan siswa supaya mutu pendidikan di Aceh dapat ditingkatkan ke depan,” katanya.

Dia juga mengingatkan para kepala sekolah dan guru-guru agar ke depan terus meningkatkan pembelajaran kepada anak didik sehingga akan memperbaiki kualitas pendidikan di Aceh yang saat ini dinilai masih terpuruk. “Karena sangat kita sayangkan, Aceh hari ini uang berlimpah tapi mutu pendidikan kita di bawah rata-rata,” ujar Jailani.

400 komputer

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan 400 komputer dengan dana Otsus tahun 2019 untuk sekolah-sekolah di daerah ini. “Kita harapkan semua SMP dapat melaksanakan UNBK tahun 2019 secara mandiri atau di sekolah masing-masing,” kata Suaidi didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nasruddin usai meninjau UNBK di SMPN 1 Lhokseumawe, Senin, 23 April 2018.

Menurut Ketua Panitia UN di Lhokseumawe, Ibrahim, tahun ini jumlah peserta UNBK SMP/MTs di Kota Lhokseumawe sebanyak 3.862 orang. Lebih sebagian sekolah penyelenggara UNBK tingkat SMP/MTs di Lhokseumawe belum memiliki perlengkapan komputer, sehingga terpaksa menggunakan ruangan SMK/SMA/MA yang ada fasilitas tersebut.

“Sebanyak 40 sekolah penyelenggara UBNK (tingkat SMP/MTs), 17 secara mandiri atau dilaksanakan di sekolah setempat, sisanya (23 SMP/MTs) di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK baik jenjang SMK, SMA atau MA. Namun hal itu tidak menjadi hambatan karena perlengkapan sudah disiapkan,” kata Ibrahim.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.