15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Sidang Lima Terdakwa Perkara 40 Kilogram Sabu
Barang Bukti Hanya Berupa Sampel, Ini Kata Hakim

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 23 November 2017 21:40 WIB

@PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA
@PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA

LHOKSUKON Enam saksi penangkap dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dihadirkan dalam perkara lima terdakwa 40 kilogram sabu. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu digelar di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis siang, 23 November 2017.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Abdul Wahab, S.H., didampingi Hakim Anggota Bob Rosman, S.H., dan Maimunsyah, S.H., dengan panitera pengganti Amirul. Dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi Jalil, S.H dan M Heriyansyah, S.H.

Lima terdakwa hadir didampingi penasihat hukum Anwar, S.H. Masing-masing, Zulkifli, 40 tahun, warga Gampong Lueng Dama Bambong, Kecamatan Delima, Pidie. M Dahlan, 48 tahun, warga Gampong Rayeuk, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Saiful, 39 tahun, warga Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Musriadi, 38 tahun dan Tajul Maulana, 38 tahun, keduanya warga Gampong Blang Gampang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. 

Sidang digelar dua tahap, pertama pukul 11.15 WIB dan break makan siang. Lalu dilanjutkan lagi pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Pada persidangan awal, majelis hakim menghadirkan tiga terdakwa dengan empat saksi penangkap. Sementara pada sidang lanjutkan dihadirkan dua terdakwa dengan dua saksi penangkap.

Dalam persidangan, hakim Maimunsyah, S.H sempat mempertanyakan kepada saksi penangkap dari BNN, mengapa barang bukti yang dihadirkan hanya sampelnya saja. Maimunsyah mengatakan, lain kali barang bukti jangan dimusnahkan dulu, karena pihak majelis hakim juga ingin melihat seperti apa barang bukti yang diamankan, yaitu 40 kilogram sabu tersebut.

“Hari ini kita menggelar sidang 40 kilogram sabu dengan lima terdakwa yang dipisahkan dalam lima berkas perkara. Agenda hari ini mendengarkan keterangan saksi penangkap. Tadi ada enam saksi yang dihadirkan JPU, semuanya dari BNN Pusat,” ujar Bob Rosman, S.H, salah satu hakim anggota yang menangani perkara tersebut sekaligus Humas Pengadilan Negeri Lhoksukon, saat ditemui portalsatu.com, usai sidang.

“Pada persidangan awal untuk perkara terdakwa M Dahlan, didengarkan keterangan saksi Sri Widiawati dan Edy Utomo. Lalu dilanjutkan terdakwa Saiful dan Tajul dengan saksi penangkap David Ricardo dan Dahri Efendi. Setelah break makan siang, dilanjutkan dengan terdakwa Zulkifli dan Musriadi dengan saksi penangkap Dwi Suryanto dan Sodikun,” terang Bob Rosman.

Saat ditanyakan terkait barang bukti yang hanya dihadirkan sample ke persidangan, Bob Rosman menjelaskan, “Sebenarnya sifat dari persidangan itu sendiri, memang barang bukti harus dihadirkan untuk diperlihatkan kepada semua pihak yang terkait dalam perkara tersebut. Tapi ini karena menyangkut barang bukti yang berbahaya apabila terlalu lama beredar di luar, maka diambil sampelnya saja. Tadi ada 40 sampel kecil yang diperlihatkan, yang diambil dari masing-masing 40 paket sabu tersebut.”

Selanjutnya, lanjut Bob Rosman, berdasarkan berita acara pemusnahan, mereka (BNN) sudah memusnahkan untuk menghindari barang bukti ini disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Itu diperbolehkan dalam persidangan, apabila menyangkut hal yang memang lebih diutamakan untuk menyelamatkan. Sidang dilanjutkan Kamis, 30 November 2017 mendatang dengan agenda saksi yang berkaitan antar mereka (sesama terdakwa). Hari ini kita menggelar sidang di ruang lantai II, mengingat suasana di Pengadilan sedang ramai dengan calon anggota Panwascam yang mengurus berkas,” pungkas Bob Rosman, S.H.

Sidang yang dibuka untuk umum itu mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang bersenjata laras panjang.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menunda sidang perkara sabu 40 kilogram dengan lima terdakwa, Kamis, 16 November 2017. Sidang ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak ada di tempat atau berhalangan hadir.[]

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.