15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Barang Untuk Kadin Aceh Dibatalkan Jangan Hanya Pernyataan, Tunjukkan Bukti Administrasi!

...

  • PORTALSATU
  • 15 November 2019 17:00 WIB

Alfian, Koordinator MaTA. Foto: dok./istimewa
Alfian, Koordinator MaTA. Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta menunjukkan kepada publik bukti administrasi terkait pernyataan anggaran pengadaan fasilitas atau barang untuk Kadin bersumber dari APBA-P 2019 melalui Disperindag dibatalkan.

“Harus ada pembuktian secara adminitrasi, kan ini uang negara. Apalagi istilah mereka ‘pinjam pakai’, kalimat ini yang perlu diwaspadai,” tegas Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, kepada portalsatu.com, Jumat, 15 November 2019.  

Menurut Alfian, publik tidak akan menerima pernyataan Pemerintah Aceh soal pembatalan anggaran pengadaan barang untuk Kadin, jika tanpa diperlihatkan bukti administrasi. “Perlu dibuktikan dengan surat resmi Pemerintah Aceh, barang yang sudah dibelanjakan dan yang belum dibelanjakan, sehingga akuntabilitas secara administrasi dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan saja tidak cukup, karena pemerintah punya administrasi dan kepatutan akuntabilitas publik,” ungkapnya.

Oleh karena itu, MaTA bersama elemen sipil lainnya juga minta secara tegas kepada DPRA periode baru untuk melakukan pengawasan dengan benar terhadap Pemerintah Aceh. “Jangan hanya pikir pada pokir semata. Mereka punya kewenangan secara pengawasan, dan itu perlu dibuktikan kepada rakyat Aceh,” kata Alfian.

Lihat pula: Anggota DPRA: Pembatalan Barang Untuk Kadin Harus Dengan Pernyataan Tertulis

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Muslem Yacob, membatalkan rencana pinjam pakai barang untuk Kadin Aceh. Pembatalan itu dilakukan Disperindag setelah mendapat arahan dari Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. 

"Plt. Gubernur sudah mengarahkan Plt. Kadis Perindag supaya rencana pinjam pakai barang kepada Kadin dibatalkan," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), Kamis, 14 November 2019, malam. 

Untuk membatalkan pinjam pakai barang, kata SAG, Plt. Gubernur mengarahkan supaya barang yang sudah terlanjur diadakan agar didayagunakan sepenuhnya bagi kepentingan pelayanan di Disperindag. Sedangkan barang yang belum diproses pengadaannya semuanya dibatalkan.(Baca: Pinjam Pakai Barang Kepada Kadin Aceh Dibatalkan)

Alokasi anggaran pengadaan fasilitas atau barang untuk Kadin Aceh mencapai hampir Rp2,8 miliar dalam APBA-P tahun 2019 melalui belanja Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendapat sorotan publik. Pembelian menggunakan duit rakyat tersebut berupa alat tulis hingga dua mobil.

Data dilihat portalsatu.com, dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh tahun anggaran 2019 terdapat sebanyak 193 paket melalui penyedia dengan beragam metode pemilihan penyedia, mulai dari tender, pengadaan langsung, e-purchasing hingga tender cepat.

Dari 193 itu, 18 di antaranya tertulis “(KADIN)” pada bagian ujung nama paket. Di antaranya, pengadaan layar proyektor tiga unit Rp6 juta, alat tulis kantor Rp100 juta, printer Rp32,4 juta, laptop Rp175 juta hingga kendaraan operasional (Kadin dan Dinas) dua unit (satu untuk Kadin dan satu diperuntukkan kepada Disperindag) Rp914 juta, dan mobil minibus 1 unit Rp471 juta.(Baca: Pengadaan Untuk Kadin Aceh: Alat Tulis Hingga Dua Mobil dari APBA-P 2019)[](nsy/rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.