12 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Begini Cara Lembaga Wali Nanggroe Aceh Identifikasi Adat Istiadat Khas Pidie

...

  • PORTALSATU
  • 05 November 2019 08:30 WIB

SIGLI - Untuk mengidentifikasi keanekaragaman budaya dan adat istiadat khas Pidie, Lembaga Wali Nanggroe Aceh menggelar diskusi dengan tokoh masyarakat dari berbagai elemen.

Identifikasi budaya dan adat istiadat khas Kabupaten Pidie dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Aula Hotel Pidie, Sigli, Senin, 4 November 2019, melibatkan 20 peserta terdiri dari Imum Mukim, akademisi, tokoh adat, perwakilan Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Pidie.  

Katibul Wali Nanggroe Aceh,  Usman, S.Sos., M.Si., saat membuka diskusi mengatakan sesuai Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) pasal 96, Lembaga Wali Nanggroe merupakan kepemimpinan adat sebagai pemersatu masyarakat yang berwenang membina dan mengawasi penyelenggaraan. Kehidupan lembaga adat dan pemberian gelar/derajat dan upacara-upacara adat lainnya. 

Salah satu upaya menjaga dan memelihara adat dan budaya dengan cara menggali kembali adat dan budaya khas daerah sehingga indentitas adat / budaya suatu daerah terdata dengan rapi serta diupayakan mematenkan sebagai kekayaan daerah. 

"FGD ini kita gelar untuk menidentifikasi nilai - nila budaya dan adat istiadat Aceh yang perlu dilestarikan. Melalui forum ini akan ada masukan-masukan tentang adat dan budaya Pidie yang mungkin saat ini mulai dilupakan atau hilang tergerus zaman," ucap Usman.

Perlunya identifikasi terhadap budaya lokal, lanjut Khatibul Wali Naggroe, seiring pengaruh globalisasi dunia yang tentunya pengaruh luar mudah masuk tanpa bisa dibendung. Dengan identifikasi, masyarakat sudah tahu mana budaya lokal dan mana budaya luar.

"Jadi kemajuan teknologi tidak seharusnya dinilai menghancurkan adat/budaya. Buktinya, lewat teknologi orang luar memengaruhi kita dengan budaya kita. Kenapa tidak kita memanfaatkan teknologi untuk mengenalkan pada dunia, " imbuh Usman. 

Setelah forum ini memberikan masukan - masukan tentang adat dan budaya khas Pidie, pihaknya bersama Majelis Adat Aceh (MAA) akan menindaklanjuti dalam forum provinsi dengan harapan kekayaan budaya dan adat istiadat Aceh didapat dijalankan dan dilestarikan.

Sementara Ketua MAA Pidie Abdul Hadi Zakaria mengatakan,  pihaknya sedang melakukan pendataan secara menyeluruh jenis - jenis adat budaya yang ada di Kabupaten Pidie.  

"Upaya kita melakukaan pendataan adat budaya masyarakat Pidie. Setelah itu kita usulkan untuk mendapatkan hak paten sebagai adat dan budaya khas Pidie," kata Abdul Hadi.[]

Penulis: Zamah Sari

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.