20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Begini Penanganan BNPB Terhadap Korban Gempa-Tsunami di Sulteng

...

  • Fazil
  • 09 October 2018 19:30 WIB

Suasana permukiman yang rusak akibat pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) saat gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018). @ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Suasana permukiman yang rusak akibat pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) saat gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018). @ANTARA FOTO/Wahyu Putro

SULAWESI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI bersama Pemerintah Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi tentang evakuasi korban tertimbun di beberapa lokasi terdampak gempa dan tsunami, Senin, 8 Oktober 2018.

Rakor tersebut dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, diikuti Kagasgabpad, Kapolda, BNPB, Basarnas, Bupati Sigi, Wali Kota Palu, OPD, camat, lurah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, kesimpulan rapat bahwa pelaksanaan evakuasi korban bencana akan dihentikan setelah selesainya waktu tanggap darurat. Selanjutnya, lokasi BTN Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan ditutup.

"Dan dijadikan ruang terbuka hijau, serta menjadi memori park atau tempat bersejarah dan akan dibangun monumen pada lokasi tersebut. Kemudian pada hari terakhir tanggap darurat akan dilakukan doa bersama di lokasi dimaksud," ujar Sutopo dalam keterangan pers diterima portalsatu.com, Selasa, 9 Oktober 2018.

Sutopo melanjutkan, juga akan dilakukan pembangunan hunian sementara oleh PUPR. Lokasi pembangunan itu disiapkan bupati dan wali kota. Sedangkan pembangunan hunian/rumah tetap akan dilakukan. Untuk itu bupati bersama wali kota setempat agar menyiapkan lokasi tanah untuk pembangunan rumah masyarakat .

"Distribusi logistik perlu dilakukan dengan baik dan terus ditingkatkan, koordinasi antarsemua lembaga perlu dilakukan supaya tidak terjadi bantuan yang double terhadap satu lokasi, sementara masih ada daerah lain yang masih kekurangan bantuan," kata Sutopo.

Sutopo menambahkan, saat ini progres PLN sudah berjalan baik, distribusi BBM lancar dan pasar beroperasi, demikian pula toko-toko mulai buka.

Menurut Sutopo, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah mulai terjadinya bencana terus berada di tengah-tengah masyarakat.

“Kami selalu hadir bersama semua pihak untuk mempercepat pemulihan keadaan masyarakat, terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan bantuan sehingga proses tanggap darurat dapat berjalan dengan baik. Untuk itu, saya menyatakan bahwa Sulawesi Tengah Bangkit," ujar Longki.

Data hingga Selasa, 9 Oktober 2018, sekitar pukul13.00 WIB, lanjut Sutopo, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami mencapai 2.010 orang terdiri dari Kota Palu 1.601 orang, Donggala 171 orang, Sigi 222 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu, Sulbar satu orang.

"Korban yang dimakamkan 2.010 jenazah yaitu, pemakaman massal 934 jenazah dan pemakaman keluarga 1.076 jenazah. Untuk korban luka 10.679 orang yakni, 2.549 orang luka berat, luka ringan 8.130 orang, serta korban hilang 671 orang," ungkap Sutopo.

Sutopo menambahkan, pengungsi sebanyak 82.775 jiwa yang terbagi di beberapa titik yaitu, 112 titik di Sulawesi Tengah ada 74.044 jiwa, dan di luar Sulteng terdapat 8.731 jiwa.

"Kemudian rumah rusak terdapat 67.310 unit, fasilitas peribadatan 99 unit, fasilitas kesehatan 20 unit, satu unit rumah sakit, 10 puskesmas, empat pustu, dan lima poskesdes," ujar Sutopo.

Selain itu, lanjut Sutopo, percepatan pemulihan infrastruktur seperti listrik maupun lainnya juga terus dilakukan. Kata dia, saat ini 101,2 MW total daya mampu pembangkit interkoneksi yang telah beroperasi adalah dengan rincian PLTA Poso 90 MW dan PLTD Silae 11,2 MW. Pembangkit isolated PLTD Sabang juga beroperasi dan memiliki daya mampu 4 MW.

Tujuh gardu induk sudah operasi, 561 gardu distribusi yang sudah beroperasi, 157 unit genset mobile sudah beroperasi, dan seluruh penyulang (45 unit) sudah beroperasi. Sutopo mengungkapkan, 90 persen pelayanan listrik secara total mencapai pelanggan prioritas telah terlayani 15 perkantoran (Pemerintah dan TNI-Polri), kantor PDAM, 10 Bank dan ATM, 11 SPBU, 8 Rumah Sakit, 18 BTS, 13 titik ekonomi, 16 rumah ibadah, satu mall dan satu swalayan, jaringan listrik ke konsumen dalam pengecekan dan perbaikan.

Untuk memperlancar distribusi BBM, disiapkan paket kemasan 5 L, 10 L dan 200L, serta dilaksanakan operasi pasar LPG 3 Kg.

"Sedangkan kebutuhan air bersih didukung dari 15 mobil tangki PUPR dan 7 mobil tangki PMI, water treathment beroperasi di titik pengungsian Kabupaten Sigi dua unit dan Kabupaten Donggala satu unit, serta pemasangan hidran umum sebanyak 30 unit di tempat-tempat strategis," ujar Sutopo.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.