06 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Begini Rencana Pemko Lhokseumawe Sebelum dan Setelah Pasar Inpres Terbakar

...

  • PORTALSATU
  • 09 July 2020 23:00 WIB

Pedagang dan anaknya mengambil sisa barang bekas kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe, Kamis, 9 Juli 2020. Foto: portalsatu.com
Pedagang dan anaknya mengambil sisa barang bekas kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe, Kamis, 9 Juli 2020. Foto: portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe berencana melakukan penertiban para pedagang di Pasar Inpres, Jalan Listrik, Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti. Rencana penertiban tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, dengan Forkopimda, di Kantor Wali Kota, Rabu, 8 Juli 2020, sore. Namun, tiba-tiba Pasar Inpres terbakar hingga menghanguskan banyak lapak pedagang, Kamis, 9 Juli 2020, dinihari.

“Rencana akan kita lakukan penertiban. Itu kesimpulan rapat Forkopimda, kemarin (Rabu) sore, menindaklanjuti hasil kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), dan Plt. Gubernur Aceh ke Pasar Inpres minggu lalu (Kamis, 2/7). Rencana kita berikan surat pemberitahuan dulu kepada pedagang, satu sampai tiga kali, selanjutnya baru kita lakukan penertiban, bergeraknya atas nama Forkopimda,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Lhokseumawe, Ramli, dihubungi melalui telepon seluler, Kamis, sore.

Penertiban itu termasuk pedagang di lokasi yang sekarang lapaknya sudah terbakar? “Ya, keseluruhanlah yang dipandang perlu kita tertibkan akan kita tertibkan. Namun, malamnya (Kamis, 9/7, dinihari) sudah kejadian kebakaran,” kata Ramli.

Rencana selanjutnya setelah kebakaran di Pasar Inpres itu? “Hasil rapat koordinasi dengan Muspida saat kunjungan ke lapangan tadi keputusannya, pertama dipasang police line (garis polisi) dulu. Setelah selesai dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, nanti bila dipandang perlu pendataan sudah selesai semua, police line dibuka baru kita lakulan pembersihan,” tutur Ramli.

Menurut Ramli, setelah kebakaran itu, pihaknya bersama aparatur Gampong Tumpok Teungoh melakukan pendataan para pedagang yang lapaknya terbakar. “Kita libatkan pihak gampong karena sebagian besar pedagang ini masyarakat setempat, sehingga kita mendapatkan data yang akurat, supaya nanti jangan tumpang tindih. Walaupun kita sudah ada data di sini, namun kita crosscheck kembali. Tadi pihak kecamatan dan desa juga sudah ke Disperindagkop meng-crosscheck data yang kita punya. Nanti selanjutnya kita tindak lanjuti apa langkah-langkah yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, seusai kebakaran itu, dirinya mendapat perintah dari Wali Kota Suaidi Yahya segera membuat surat kepada Menko PMK. “Surat permohonan bantuan untuk pedagang yang mengalami kebakaran itu. Dan, alhamdulillah, juga sudah ada komunikasi pihak Humas Pemko Lhokseumawe dengan pihak kementerian, sehingga Pak Menteri (Menko PMK) sudah mengetahui kejadian kebakaran itu. Dan, Pak Menteri menunggu (surat permohonan) yang kita buat ini,” kata Ramli.

Ramli menambahkan, “Kita juga minta bantuan untuk pembangunan pasar baru di lokasi pasar yang terbakar. Sehingga nanti kita tata ulang kembalilah. Harapan kita mudah-mudahan dapat diakomodir, karena masih segar dalam ingatan Menko PMK yang sudah melihat Pasar Inpres minggu lalu. Nanti bagaimana beliau mengkoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan, mudah-mudahan cepat mendapat respons”.

“Mudah-mudahan ada anggaran nanti dari Kementerian Perdagangan untuk bisa kita bangun kembali, sehingga kita lakukan relokasi kembali, penertiban dari awal,” ujar Ramli.

(Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco meninjau lokasi kebakaran Pasar Inpres, Kamis, 9 Juli 2020. Foto: portalsatu.com)

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mengatakan para pedagang yang kehilangan lapak akibat kebakaran Pasar Inpres akan direlokasi ke Pasar Induk di Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, jika mereka bersedia.

“Kita barusan diskusi dengan Muspida. Kalau nantinya para pedagang yang mengalami musibah ini mau direlokasi ke Pasar Induk, kita akan relokasi,” kata Suaidi Yahya menjawab wartawan saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Inpres bersama Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco, Kamis, siang.

Menurut Suaidi Yahya, jika para pedagang itu menolak direlokasi ke Pasar Induk, Pemko Lhokseumawe akan mengambil langkah-langkah lain yang nantinya akan dibahas terlebih dahulu. “Kalau masyarakat (pedagang) tidak mau direlokasi, ya, ada sikap lain, kami duduk dulu nantinya. Yang pasti masyarakat yang kena musibah ini akan kita layani dengan baik,” ujarnya.

“Intinya untuk pembenahan Pasar (Inpres) ini kita tetap. Tapi kalau kita bangun baru (di lokasi sudah terbakar) perlu waktu yang panjang, paling cepat satu tahun, karena menurut ketentuan anggaran per tahun,” tutur Suaidi Yahya.

Suaidi Yahya menyebutkan, langkah pertama akan dilakukan Pemko Lhokseumawe kepada para pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Inpres itu memberikan bantuan masa panik. “Jadi, langkah pertama untuk masa panik kita tangani dengan tanggap darurat nantinya. Ini kita tinjau dulu. Ini pedagang, tapi mereka tidak tinggal di sini. Cuma nanti ada kebijakan kita dalam anggaran tanggap darurat kita akan bantu. Makanya nanti kami duduk dulu, bantuan apa yang patut untuk masa panik,” ujarnya.

Saat Wali Kota Suaidi Yahya bersama rombongan akan meninggalkan lokasi kebakaran itu, tiba-tiba salah seorang pedagang menanyakan, “Pak Wali, apakah tidak ada bantuan apapun untuk kami?”  

“Ada, nanti. Ini sedang didata oleh Muspika (Banda Sakti) dan dinas terkait, apa kebutuhan yang perlu dibantu, baru kami serahkan bantuan,” ucap Suaidi Yahya kepada pedagang itu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, menjawab wartawan di lokasi itu mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran Pasar Inpres. “Untuk proses penyelidikan masih kami coba kumpulkan keterangan, termasuk dari saksi yang melihat sumber awal api. (Sejauh ini) kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab kebakaran ini,” katanya.

Ditanya wartawan apakah ada indikasi unsur kesengajaan dalam kejadian itu, AKBP Eko Hartanto menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami lihat dulu, kami kumpulkan dulu alat-alat bukti ataupun keterangan saksi,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe menyebutkan, laporan diterima sementara sekitar 150 lapak ludes terbakar di Pasar Inpres itu. Saat ini masih dilakukan pendataan oleh BPBD Lhokseumawe untuk mengetahui jumlah pasti lapak terbakar. “Laporan sementara tidak ada korban jiwa dan luka-luka,” kata AKBP Eko Hartanto.[](red)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.