26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Begini Suasana saat Pengecoran Kolom Lantai Tiga RS Indonesia di Jalur Gaza

...

  • PORTALSATU
  • 04 April 2019 19:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

Musim semi tiba di Jalur Gaza menggantikan musim dingin dan hujan es yang berjatuhan. Saat umat Muslim di dunia memperingati Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, bersamaan pula dengan dimulainya pengecoran perdana kolom lantai 3 RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, Rabu, 3 April 2019 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1440 Hijriyah.

Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Jalur Gaza manyampaikan bahwa persiapan pengecoran dimulai setelah istirahat siang, 3 April 2019. Mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter sudah siap di area RS Indonesia sejak pukul 16.20 waktu setempat. Dua puluh menit kemudian datang mobil truk pengangkut beton ready mix K300. Sekitar pukul 16.40 pengecoran perdana pun dimulai. Pengecoran tahap pertama berlangsung hingga azan Magrib berkumandang di kota Gaza. 

“Alhamdulillah, selama lebih kurang dua jam dua puluh menit, para relawan RS Indonesia berhasil melakukan pengecoran pada dua area dari delapan area struktur lantai 3 RS Indonesia,” jelas Edy.

“Jumlah kolom yang dicor beton terdiri dari 15 kolom bulat diameter 70 cm dan kolom kotak dimensi 50 x 60 cm sebanyak 6 kolom. Total seluruh kolom lantai 3 adalah 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm. Rencana selanjutnya adalah persiapan pengecoran kolom untuk dua area berikutnya,” tambahnya.

Menurutnya, proses pengecoran dilakukan setelah melalui tahapan pembongkaran beton stek kolom yang lama, persiapan pembesian, “erection” atau perakitan pembesian kolom, dan pemasangan bekisting (form work) kolom. Setiap tahapan harus dilalui dengan pemeriksaan teknis yang cukup lengkap.

Mengenai situasi di Jalur Gaza, Edy menyampaikan bahwa pekerjaan pengecoran masih diwarnai dengan hiruk pikuk suara pesawat nirawak dan pesawat F16 zionis Israel di langit Gaza. Bahkan sesekali terdengar suara dentuman keras. “Walaupun demikian para relawan RS Indonesia tetap fokus bekerja menyelesaikan target pengecoran hari ini,” ujar Edy.

Membangun di wilayah konflik memang berbeda dengan membangun di wilayah biasa. Ada seni dalam membangun di wilayah seperti Jalur Gaza, antara lain ketersediaan material dan kondisi keamanan di Jalur Gaza yang tidak menentu serta situasi buka tutupnya perbatasan yang tidak ada kejelasan. 

Untuk itu, Edy mewakili seluruh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza memohon doa dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, para relawan dan kelancaran pembangunan tahap 2 RS Indonesia.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.