31 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Benahi Kinerja dan Pengelolaan Keuangan, BPKS Gelar Bimtek SPIP

...

  • PORTALSATU
  • 27 July 2020 19:45 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

?BANDA ACEH - Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) melakukan pembenahan dan pembekalan terhadap sumberdaya manusia (SDM) di lingkungan internal BPKS untuk mewujudkan sistem pengelolaan keuangan dan kinerja yang baik dan bersih.

Hal tersebut diwujudkan dalam bimbingan teknis (Bimtek) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sesuai Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang diikuti 39 peserta dari empat kedeputian dalam BPKS. Yakni Kedeputian Komersil, Kedeputian Umum  dan Kedeputian Tekbang  hingga target perolehan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 2020 dapat tercapai.

Bimtek dua hari, 27 - 28 Juli 2020 di Banda Aceh tersebut dihadiri Indra Khaira Jaya, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh dengan tiga orang narasumber dari BPKP, Dewan Pengawas (Dewas) BPKS, Plt. Kepala BPKS yang diwakili Deputi Pengawasan Abdul Manan, Deputi Komersil Agus Salim, Deputi Tekbag Fauzi Umar dan Kepala Kantor Perwakilan Banda Aceh Lukman Ag.

Ketua Dewan Pengawas BPKS Munawar Liza menyebutkan, SPIP di lingkungan BPKS dinilai sangat penting mengingat saat ini sistim pengelolaan keuangan negara harus dilakukan secara transparan, baik dan benar, hingga pengurangan risiko yang akan berdampak pada pencapaian tujuan.

“Kita berharap, nantinya setelah kegiatan ini, akan terjadi peningkatan yang signifikan atas kinerja dan pengelolaan keuangan BPKS, khususnya di tahun ini yaitu capaian perolehan atas opini BPK RI terhadap Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga BPKS,” tegas Munawar Liza sekaligus membuka Bimtek SPIP BPKS, Senin, 27Juli 2020.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh Indra Khaira Jaya menjelaskan SPIP ini merupakan tindakan pengurangan risiko hingga terpetakan secara baik melalui penguatan pengendalian intern, kelemahan pengelolaan keuangan dan penyimpangan yang bisa menjadi indikasi dan potensi kerugian negara bisa dideteksi sedini mungkin.

”Penyelenggarakan SPIP ini akan berdampak pada program dan kegiatan yang telah disusun hingga respons positif baik dari masyarakat mapun penilaian pemerintah akan lebih baik untuk BPKS, hingga kinerja nantinya akan menjadi akuntable dan transparan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala BPKS Ir. Razuardi, M.T., diwakili Deputi Pengawasan BPKS Abdul Manan. Menurutnya, penerapan SPIP bukan sekadar formalitas untuk memenuhi suatu ketentuan peraturan perundang-undangan. "SPIP harus diterapkan sebagai suatu budaya/kultur pengendalian (control culture) yang menjadi bagian dari budaya kerja organisasi saja tapi jauh pada merupakan bentuk komitmen kami dalam mewujudkan good governance dan clean government dengan terus membenahi kinerja dan pengelolaan keuangan BPKS".

”Kami imbau kepada seluruh unit kerja yang terwakili dari masing-masing kedeputian di lingkungan BPKS untuk wajib menyelenggarakan SPIP secara menyeluruh, sehingga program dan kegiatan yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai tujuan serta pertanggungjawaban keuangan dan kinerja nantinya,” tegas Abdul Manan didampingi Inspektur II Linda Biserka.[](rilis)

 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.