24 February 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bentrokan Massa di Trumon Berujung Saling Lapor ke Panwaslih

...

  • PORTALSATU
  • 12 January 2017 11:45 WIB

TAPAKTUAN - Bentrokan antara pendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah dengan massa Cagub–Wagub Muzakir Manaf–TA Khalid di kawasan Trumon Raya, sejak Selasa malam hingga Rabu, 10–11 Januari 2017,  berujung saling lapor ke Panwaslih.

Sekretaris Tim Pemenangan Muzakir Manaf–TA Khalid Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Irwandas dikonfirmasi di Tapaktuan, Kamis, 12 Januari 2017, mengatakan, pihaknya akan melaporkan kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) yang diduga dilakukan tim pendukung Irwandi–Nova.

“Materi yang kami laporkan terkait dua kasus, yakni perusakan dan pembakaran alat peraga kampanye pasangan Muzakir Manaf–TA Khalid di Desa Keudee Trumon, Kecamatan Trumon pada Selasa, 10 Januari 2017 malam, dan berlanjut aksi serupa di sepanjang jalan dalam Kecamatan Trumon Tengah pada Rabu, 11 Januari 2017 sore,” kata Tgk. Irwandas alias Dekwan.

Menurutnya, aksi perusakan dan pembakaran atribut kampanye Muzakir–TA pada Rabu sore (kemarin) sebenarnya mulai dari Trumon Tengah sampai Kecamatan Bakongan. Namun, kata dia, upaya perusakan atribut kampanye di Bakongan berhasil dicegah pihak Polres Aceh Selatan yang siaga di kawasan Trumon Raya dan Bakongan Raya sejak Selasa malam lalu sampai sekarang.

Irwandas mengatakan, seusai melakukan pelaporan ke Panwaslih nanti, pihaknya akan menggelar konfrensi pers dengan para wartawan di Aceh Selatan. “Nanti akan ada konferensi pers dari kami, tunggu saja nanti, ya,” ucap mantan anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh ini.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi–Nova Kabupaten Aceh Selatan Tgk. Samsul Bahri alias Mamak Bahri dikonfirmasi terpisah mengatakan, pengrusakan APK Muzakir–TA oleh pihaknya merupakan bagian dari aksi balasan atas tindakan serupa yang dialami pihaknya.

“Tindakan yang kami lakukan bukan tanpa dasar. Kami telah terlebih dulu menjadi korban, tetapi mereka tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan terhadap kami. Tim relawan kami telah lebih dulu dipukul dan stiker Irwandi–Nova di sepeda motornya dicopot. Kemudian pada Rabu, 11 Januari 2017 siang aksi perusakan dan pembakaran atribut Irwandi–Nova kembali berlanjut di Posko Tim Pemenangan Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur sehingga upaya perdamaian yang difasilitasi Kapolres Aceh Selatan terganggu atau belum bisa terlaksana sampai sekarang,” tegasnya.

Atas dasar itu, kata Samsul Bahri, pihaknya juga akan membuat laporan ke Panwaslih Aceh Selatan, hari ini (Kamis).

“Saat ini kita sedang menunggu kedatangan Muhammad Nasir, S.H., Kuasa Hukum Tim Pemenangan Irwandi–Nova Kabupaten Aceh Selatan. Jika yang bersangkutan sudah hadir, kami langsung berangkat ke Kantor Panwaslih Aceh Selatan di Tapaktuan,” ujarnya.

Ketua Panwaslih Aceh Selatan Safli Alian dikonfirmasi terpisah di Tapaktuan menjelaskan, pihaknya akan memproses kasus yang dilaporkan kedua belah pihak tersebut, khusus terkait pelanggaran pemilu (pilkada). Sedangkan terkait kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum tertentu, pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus tersebut ke kepolisian karena hal itu murni tindak kriminal umum.

“Terkait kasus pelanggaran pemilu yang barang tentu akan kami proses, itupun harus ada yang melaporkan karena hal itu merupakan delik aduan. Pihak-pihak yang dilaporkan tersebut akan kami lakukan pemanggilan,” tegasnya.

Namun, kata Safli, pihaknya tetap mengupayakan persoalan yang terjadi antara kedua tim pasangan calon Gubernur-Wagub Aceh tersebut diselesaikan melalui jalur perdamaian secara kekeluargaan sehingga tidak berlarut-larut.

“Namun jika itu pun yang terlaksana, maka kasus ini akan kami laporkan ke Panwaslih Provinsi Aceh di Banda Aceh. Karena pesta demokrasi di Aceh Selatan khusus terhadap pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur maka penyelesaian kasus ini akan diselesaikan langsung pihak Panwaslih Provinsi Aceh,” tandasnya.

Sejauh ini, wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi dengan Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi. Saat wartawan berupaya melakukan konfirmasi dengan Kapolres, Rabu (kemarin) di Mapolsek Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, ia belum bersedia karena sedang fokus menyelesaikan aksi bentrokan antarkedua kubu.

Ketika dihubungi melalui telpon seluler, Kamis, 12 Januari 2017, pagi, ia tidak mengangkat telpon selulernya.  

Ketua Harian Pembela Tanah Air (PeTA) Provinsi Aceh, T. Sukandi meminta para pihak kontestan pesta demokrasi mesti bisa menahan diri sebab, kata dia, rakyat meginginkan pilkada Aceh bukan sekadar pilkada damai, tetapi bisa menjadi pilkada halal di Serambi Mekah yang menerapkan syariat Islam.

“Provinsi Aceh bukan sekadar kita jadikan secara historis sebagai daerah modal, tetapi pada saat ini pascadamai kita inginkan Aceh menjadi daerah model dalam segala hal yang positif, termasuk urusan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur ini. Oleh karena itu, dalam waktu satu bulan lagi menuju hari ‘H’, jangan sampai terjadi di antara para pihak ada yang lebih dulu memulai hal-hal yang bersifat anarkis. Karena dari semua insiden yang terjadi di lapangan selalu saja berlaku hukum sebab-akibat. Artinya, tidak akan terjadi akibat tanpa adanya penyebab,” kata T. Sukandi.[] (*sar)

Laporan Hendrik   

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2015 - 2017 All Rights Reserved.