13 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Berantas Narkoba dengan Cara 'Brutal', Duterte Mengaku Pakai Ganja agar Terjaga

...

  • PORTALSATU
  • 04 December 2018 09:45 WIB

Duterte  dengan senapan serbu di tangan. Foto: Bullit Marquez
Duterte dengan senapan serbu di tangan. Foto: Bullit Marquez

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengaku mengonsumsi ganja karena aktivitasnya yang begitu padat.

Rappler memberitakan, 3 Desember 2018, awalnya Duterte membicarakan tentang pertemuan ASEAN yang digelar di Singapura bulan lalu. Dia mengeluhkan harus datang pukul 08.30 waktu setempat dengan agenda pertemuan berbeda setiap 30 menit hingga pukul 10.00 atau 11.00.

Dengan usianya yang sudah menapak 73 tahun, Duterte mengaku tak akan kuat melakoni aktivitas itu. "Karena itu, saya pakai ganja agar tetap terbangun," katanya.

Dalam wawancara berbeda Duterte meralatnya dengan mengatakan pernyataan itu hanya sebatas guyonan. "Tentu saja itu candaan. Kalian sudah tahu saya," tutur Duterte.

Pernyataan Duterte itu menuai reaksi dari peneliti Filipina yang bergabung dengan organisasi Human Rights Watch, Carlos Conde. Dia menilai komentarnya bisa menuai kekecewaan dan kemarahan korban perang antinarkoba yang dicanangkan Duterte sejak berkuasa pada 2016.

Kampanye kontroversial melawan narkoba yang didengungkannya telah menewaskan sekitar 5.000 orang baik itu pengedar maupun pengguna. "Ada ketidakcocokan antara pengakuan yang dilontarkan presiden dengan janjinya terkait orang yang menggunakan narkoba," kata Conde kepada Reuters via Al Jazeera.

Duterte mengklaim Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah juga tertidur dalam pertemuan ASEAN. "Jangan bilang kalian tahu dari saya. Sultan Bolkiah juga tertidur. Namun dia mampu menyembunyikannya," kata presiden berjuluk The Punisher.

Pemimpin yang akrab disapa Digong itu mengeluhkan makanan yang disajikan saat pertemuan sehingga dia harus membawanya dari Filipina. Dia memilih membawa makanan lokal daging kornet, ikan kering, dan menyiapkan makanannya saja sudah membuat kamar hotel berbau tak sedap.

"Makanan yang disajikan mengerikan. Ya Tuhan. Jadi saya harus membawa makanan sendiri," keluh mantan Wali Kota Davao itu.

(Ardi Priyatno Utomo).[]Sumber: intisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.