15 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Berapa Utang Pemko Lhokseumawe? Sekda: Belum Klop

...

  • PORTALSATU
  • 09 January 2017 22:30 WIB

Foto: Ilustrasi.@IST
Foto: Ilustrasi.@IST

LHOKSEUMAWE – Hingga memasuki pekan kedua Januari 2017, Pemerintah Kota Lhokseumawe belum selesai menghitung jumlah utang yang harus dibayar kepada pihak ketiga. Kegiatan-kegiatan sumber dana tahun 2016 yang telah dikerjakan pihak ketiga, tetapi belum dibayar atau dicairkan uangnya, menjadi utang untuk diselesaikan tahun 2017.

“Belum klop (lengkap). Awak nyoe (orang ini) bekerja terus. Nye ka clear, sigo ta jelaskan, nyakna penjelasan kepada masyarakat. Enteuk kajeut ta culok ke KUA PPAS 2017 (kalau sudah selesai dihitung, sekalian kita jelaskan, agar ada penjelasan kepada masyarakat. Nantinya data itu sudah bisa kita masukkan dalam KUA PPAS 2017),” ujar Sekda Lhokseumawe Bukhari AKs., dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Senin, 9 Januari 2017, malam.

Ditanya mengapa sampai saat ini belum selesai dihitung realisasi anggaran 2016, Bukhari mengatakan, “Sedang digodok lom (lagi), diteliti kembali, angka yang real per SKPD. Berapa nilai (utang) yang harus diselesaikan, supaya ada dasar pembayaran, sehingga tidak salah kita”.

Bukhari tidak menjelaskan secara konkret ketika ditanya apa dasar hukumnya kegiatan sumber dana tahun 2016 dibayar dengan anggaran 2017. Ia hanya mengatakan, “Ada dasar hukumnya. Karena perkiraan pendapatan (2016) tidak terpenuhi. Sehingga di kontrak-kontrak (pekerjaan) sudah dicantumkan, apabila pendapatan tidak mencapai target, pembayaran akan dialihkan ke tahun berikutnya”.

“Maka butuh waktu untuk diteliti kembali, ehna ka (sudah sejauh mana) selesai pekerjaan. Nanti ada tim yang turun langsung (ke lapangan) termasuk Inspektorat,” kata Bukhari yang mengaku dalam perjalanan pulang seusai mengikuti rapat di Unsyiah Banda Aceh tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe.

Sebelumnya, ditemui portalsatu.com di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lhokseumawe, Jumat, 6 Januari 2017, sekitar pukul 11.25 WIB, Bukhari mengaku pihaknya tengah menghitung realisasi anggaran 2016 termasuk jumlah utang yang harus diselesaikan kepada pihak ketiga pada 2017.

Nyoe keuneuk rapat bahas nyan (ini mau rapat membahas tentang itu),” ujar Bukhari yang kemudian masuk ke ruangan Kepala DPKAD.

Saat itu, di ruangan Kepala DPKAD Lhokseumawe tampak T. Maimun (Plt. Kepala DPKAD), T. Adnan (mantan Kepala DPKAD), Halimuddin (Kepala Disperindagkop), dan pejabat lainnya. Tak lama kemudian datang Rusli (Kepala Disdikpora), Said Alamsyah Zulfikar (Kepala Dinkes), Syuib (Kepala Dinsos) dan pejabat lainnya. Mereka lantas menggelar rapat tertutup.[] (idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.