21 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Berjabat Tangan Usai Demo, Mahasiswa Pase: Terima Kasih Pak Polisi

...

  • Fazil
  • 03 October 2019 15:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pase (AMP) bersalaman dengan personel kepolisian usai unjuk rasa di Gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis, 3 Oktober 2019, siang.

Pantauan portalsatu.com, aksi berjabat tangan antara mahasiswa dan polisi itu setelah Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail, dan Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat, menandatangani petisi yang disodorkan koordinator aksi, Arisky RM, dan mahasiswa lainnya di atas mobil pihak keamanan sebagai tempat berorasi.

Mahasiswa bersama Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat dan Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail, kemudian turun dari atas mobil tersebut. Sebelum mereka turun, mahasiswa terlebih dahulu menyampaikan ucapan terima kasih kepada polisi yang sudah melakukan pengamanan aksi tersebut. Para mahasiswa mengucapkan terima kasih dan meminta polisi yang mengawal di depan Gedung DPRK itu untuk menjawab "sama-sama".

Menariknya, instruksi para mahasiswa itu juga diikuti Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, yang memimpin pengamanan aksi demo didampingi Kabag Ops Kompol Adi Sofyan serta personel lainnya.

 Koordinator aksi, Arisky RM, menyampaikan, "Terima kasih Pak Polisi atas pengamanannya".

"Sama-sama," jawab seluruh personel polisi sembari mengangkat tangannya dan tersenyum.

"Aksi yang kita (mahasiswa) lakukan secara damai, kami berterima kasih banyak kepada polisi atas pengamanannya selama aksi berlangsung dan berjalan tertib," ujar Arisky.

Diberitakan sebelumnya, massa Aliansi Mahsiswa Pase kembali menggelar unjuk rasa untuk mengawal petisi mahasiswa berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah yang disampaikan dalam aksi beberapa waktu lalu. Salah satunya, meminta pemerintah mengeluarkan Perppu tentang pembatalan revisi UU KPK dan menolak upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Aksi kali ini juga dilakukan di depan Gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis, 3 Oktober 2019, siang.

Massa membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan "Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang jujur", dan "ternyata permainan DPR lebih kejam daripada permainan PUBG".

"Kita sebagai mahasiswa terus mengawal petisi sesuai tuntutan yang sudah disampaikan sebelumnya kepada DPR. Semua ini demi kepentingan rakyat Indonesia secara keseluruhan," kata koordinator aksi, Risky RM, dalam orasinya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.