19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Angin Puting Beliung di Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 11 June 2019 15:40 WIB

Foto dok. /Istimewa
Foto dok. /Istimewa

ACEH UTARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Aceh Utara mengimbau masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai cuaca seperti angin kencang dan angin puting beliung.

Sebagaimana diketahui di Kecamatan Simpang Keuramat, Seunuddon, Baktiya Barat dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, terjadi hujan deras, angin kencang dan angin puting beliung hingga merusak sejumlah rumah warga, Senin, 10 Juni 2019, sore.

Prakirawan BMKG Malikussaleh, Winda Retha Taranita, S.Tr., mengatakan, masyarakat harus waspada saat siang menjelang sore semisal ada penampakan awan cumulonimbus di langit. Hal itu dikhawatirkan bisa juga munculnya angin puting beliung lagi seperti kemarin (Senin). Memang untuk cuaca seperti itu (angin puting beliung) pihaknya tidak bisa memprediksikan jauh-jauh hari, dan secara lokasi terjadinya itu sangat lokal. 

Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat harus waspada apabila muncul awan-awan hitam seperti itu untuk menghindar dari bangunan-bangunan yang rapuh atau atap rumah (bangunan) yang mudah roboh.

"Ataupun hindari juga dari pohon-pohon yang ada di sekitar, karena dikhawatirkan tertimpa pohon jika musibah serupa terjadi. Untuk cuaca bulan Juni 2019 pada dasarnya cerah, tetapi bila ada terjadi seperti ini di daerah tekanan rendah ataupun adanya belokan angin itu biasanya muncul pertumpukan awan-awan hitam. Cuaca saat ini tidak tergolong ekstrem, angin puting beliung di Aceh Utara itu terjadi secara tiba-tiba dan skalanya juga lokal," kata Winda Retha Taranita, kepada portalsatu.com, Selasa, 11 Juni 2019.

Menurut Winda Retha, cuaca di seputaran perairan Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk hari ini dan besok (Rabu) itu umumnya masih normal, dan gelombangnya masih 1,25 meter. Artinya masih tergolong aman untuk kapal (boat) nelayan, tetapi apabila nantinya ketinggian gelombang sudah terjadi diatas 1,25 meter maka pihaknya akan mengeluarkan imbauan-imbauan kepada masyarakat maupun nelayan untuk waspada.

"Untuk bulan ini (Juni) berdasarkan data yang ada bahwa masih masa transisi peralihan musim penghujan ke kemarau. Jadi curah hujannya sudah mulai berkurang dari bulan lalu (Mei), diperkirakan nanti pada Oktober-November curah hujan baru mulai agak meningkat lagi. Karena ini masih peralihan musim," ujar Winda Retha.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.