26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BMKG Imbau Petani di Aceh Utara Cari Alternatif Sumber Air saat Musim Kemarau

...

  • Fazil
  • 06 January 2019 15:00 WIB

Ilustrasi musim kemarau. Foto: ist/net
Ilustrasi musim kemarau. Foto: ist/net

ACEH UTARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh mengimbau para petani khususnya di daerah tadah hujan agar segera mencari sumber air dengan alternatif lain untuk menanam padi saat memasuki musim kemarau.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Malikussaleh, Kharendra Muiz, mengatakan, para perani khususnya di wilayah Aceh Utara agar mencari sumber air lain untuk menanam tanaman padi, karena jika dibiarkan begitu saja dengan kondisi cuaca panas seperti ini tanamannya itu pasti akan mati. "Maka masyarakat harus mencari alternatif lain supaya pertaniannya tetap hidup dan maksimal dalam perawatan tanaman tersebut".

"Misalkan petani juga bisa membuat sumur bor untuk dapat memudahkan mendapat sumber air khususnya di daerah yang persawahannya itu tadah hujan dan berpotensi terjadi kekeringan. Sebagaimana kita ketahui bahwa tahun lalu di wilayah Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, sawah masyarakat setempat mengalami kekerangin pada Februari. Karena biasanya setiap tahun antara bulan Februari dan Maret itu mulai memasuki musim kemarau," kata Kharendra Muiz kepada portalsatu.com, Sabtu, 5 Januari 2019.

Menurut Kharendra, seharusnya saat memasuki bulan tersebut, petani harus menghindari untuk menanam tanaman padi. Tetapi sebagaimana diketahui bahwa masyarakat memang sudah sering bercocok tanam pada Februari dan Maret, barangkali itu adat atau jadwal turun sawah yang memang petani harus tetap menanam padi.

"Sehingga dengan memaksakan diri untuk menanam padi saat memasuki musim kemarau maka dampaknya akan mengalami kerugian hingga gagal panen. Mungkin petani ini turun sawah pada saat bulan yang dimaksudkan itu sudah menjadi tradisi secara turun-temurun, dan meskipun dalam musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, tergantung wilayahnya dan untuk dataran tinggi masih ada curah hujan," ungkap Kharendra Muiz.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.