12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


BNN Aceh Musnahkan Sabu, Ekstasi dan Ganja, 'Gampong Bersinar' Digalakkan

...

  • Fakhrurrazi
  • 17 March 2020 15:00 WIB

Foto-foto: Fakhrurrazi/portalsatu.com
Foto-foto: Fakhrurrazi/portalsatu.com

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh memusnahkan 19 bungkus sabu masing-masing 1 kg, 20 ribu pil happy five (H5) dan empat bungkus pil ekstasi (inex/amphetetamina) seberat 5.500 gram serta 54 bungkus ganja. 

Pantauan portalsatu.com, pemusnahan empat jenis narkoba tersebut dengan cara pembakaran menggunakan mobil incinerator di halaman Kantor BNN Aceh di Banda Aceh, Selasa, 17 Maret 2020.

Barang bukti dimusnahkan tersebut hasil penggagalan penyelundupan narkoba di Aceh Tamiang oleh Babinsa Bendahara, Aceh Tamiang, Kamis, 2 Januari 2020. 

Pemusnahan barang bukti itu dihadiri Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si., Danpomdam IM Kolonel CPM Zulkarnain, S.H., Kabid Pemberantasan BNNP Aceh Amanto, S.H., M.H., Dinas Kesehatan Aceh, Kepala BPOM Aceh, dan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, mengatakan, secara geografis lintas timur Aceh memiliki pantai cukup panjang. Hal ini memberikan kerawanan karena menjadi pintu masuk para penyelundup barang haram ke wilayah Aceh yang notabene jalur narkoba adalah arah Selat Malaka.

"Oleh karena itu, kita tetapkan bahwa daerah jalur itu (Selata Malaka) menjadi laut yang kita awasi, karena peredaran semua masuk dari situ. Kemudian masuk lewat darat, sambung ke arah Sumatera, nyebrang bisa sampai ke arah Jawa," kata Heru.

Menurut Heru, wilayah pantai timur Aceh banyak pelabuhan kecil yang menjadi pendaratan para penyelundup narkoba hendak masuk ke wilayah darat.

"Banyaknya pelabuhan yang sering disebut dengan pelabuhan tikus inilah yang dimasuki oleh mereka-mereka itu," ungkapnya.

Heru menyebutkan, pihaknnya masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik barang haram tersebut. BNN Aceh, kata Heru, menerima informasi dari masyarakat yang mengetahui keberadaan pemilik narkoba tersebut.

"Kita sedang lidik, mudah-mudahan kita bisa temukan, walaupun itu nanti jaringannya akan berkembang ke tempat lain. Paling tidak kita bisa mendapatkan jaringan itu," ujarnya.

"Barang ini bungkusnya sama, berarti sumbernya juga sama. Kalau kita bisa ungkap yang satu, kemudian kita bisa nelisik sumber kepemilikan barang yang sudah kita tangkap ini," jelas Heru.

‘Gampong Bersinar’

Heru menambahkan, BNN Aceh sedang menggalakkan program ‘Gampong Bersinar’ atau Gampong Bersih dari Narkoba. Program ini dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat desa agar mencegah masuknya para bandar narkoba di desanya. Dia menyebut program ini kelanjutan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2018.

"Program ini kita lakukan untuk membentengi masyarakat desa dari masuknya banda-bandar narkoba. Ini dasarnya adalah Inpres Nomor 2 Tahun 2020, kelanjutan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2018. Semua kementerian/lembaga melaksanakan rencana aksi dari pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba ini," jelasnya.

Heru berharap peran serta masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberantas jaringan narkoba di Provinsi Aceh.

"Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dan instansi-instansi terkait semua sangat dibutuhkan untuk sama-sama memerangi narkoba ini," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.