26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Tersangka 50 Kg Sabu Diterbangkan ke Jakarta
BNN: Penyelundup Gunakan Jalur Anak Sungai, Aceh Darurat Sabu

...

  • Fazil
  • 20 March 2019 14:55 WIB

Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto (kiri), dan Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol Iwan Eka Putra (kanan). Foto Fazil
Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto (kiri), dan Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol Iwan Eka Putra (kanan). Foto Fazil

LHOKSEUMAWE - Empat tersangka penyelundupan sabu 50 Kg sindikat internasional Thailand-Aceh berhasil ditangkap Tim Fleet First Quick Response (F1QR) Lanal Lhokseumawe Lantamal 1 Koarmada, di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, 18 Maret 2019.

Para tersangka tersebut berisial MU (27), IR (28), IB (36) dan HA (27), semuanya warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol. Iwan Eka Putra, S.IK., mengatakan, peredaran narkotika dua bulan terakhir di Aceh mencapai 300 Kg hingga 400 Kg. Hal itu terungkap dari hasil penindakan dilakukan oleh BNN, TNI, Polri dan Bea Cukai. Diperkirakan dua bulan terakhir peredaran sabu di Aceh sangat marak terjadi di wilayah Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

"Para pengedar menggunakan jalur anak sungai sebagai jalur masuk untuk melakukan penyelundupan narkotika, peredaran sabu-sabu di Aceh sudah darurat," kata Iwan Eka Putra kepada para wartawan, di sela konferensi pers di Mako Lanal Lhokseumawe, Selasa, 19 Maret 2019.

Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi, menyebutkan, setelah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari Lanal Lhokseumawe ke BNN, lalu keempat tersangka itu diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Sejauh ini tim masih bekerja untuk mengungkap kepemilikan barang haram tersebut. Sedangkan berkenaan kepemilikan senjata api akan diproses pihak kepolisian," ungkap Fakhrurrozi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Fleet First Quick Response (F1QR) Lanal Lhokseumawe Lantamal 1 Koarmada menggagalkan penyulundupan sabu sebanyak 50 Kg sindikat internasional Thailand-Aceh, di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, 18 Maret 2019.

Personel TNI AL juga menangkap empat ABK dari dua kapal nelayan di perairan Ujong Blang dan disita sepucuk senjata api pistol.

Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan patroli rutin yang dilakukan personel AL di perairan Lhokseumawe. Saat itu petugas melihat dua boat (kapal) yang mencurigakan, lalu dilakukan pengejaran sehingga berhasil diberhentikan di perairan Ujong Blang. Ketika dilakukan penggeledahan terhadap muatan kapal, personel AL menemukan lima karung berisikan barang diduga sabu seberat 50 Kg, dan sepucuk senjata api pistol serta tujuh butir amunisi.

"Keempat ABK itu kita tangkap setelah mereka mengambil sabu diperkirakan 70 mil dari pantai Lhokseumawe. Para tersangka tersebut berisial MU (27), IR (28), IB (36) dan HA (27), mereka merupakan warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe," kata Ali Triswanto saat konferensi pers di Mako Lanal Lhokseumawe, Selasa, 19 Maret 2019.

Menurut Triswanto, para tersangka itu merupakan sindikat penyelundupan yang dikendalikan seorang pria berinisial FE. Dia (FE) dilaporkan kerap melakukan penyelundupan melalui jalur perairan Lhokseumawe dan Aceh Utara, setelah itu memasarkan barang tersebut ke wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka untuk mengungkap pemilik barang tersebut. Keempat tersangka diketahui sebagai kurir yang mengambil barang di tengah laut.

Jaringan FE tersebut, lanjut Triswanto, sudah terbentuk sejak tahun 2017 lalu, mereka merupakan keluarga besar (abang beradik serta sepupu). Daerah operasi jaringan tersebut di wilayah perairan Lhokseumawe terutama Pusong dan Ujong Blang. Menurut dia, jaringan itu merupakan sindikat internasional Thailand-Aceh yang sudah sering memasukkan narkotika jenis sabu ke Indonesia khususnya Aceh dari Thailand.

"Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Nantinya mereka akan dilimpahkan kepada BNN untuk diproses lebih lanjut," ujar Triswanto.

Sedangkan kepemilikan senjata api, kata Triswanto, tersangka akan dikenakan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang prosesnya akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Triswanto menambahkan, barang bukti yang disita yakni narkotika jenis sabu 50 Kg, sepucuk senjata api pistol merk Pietro Beretta (Italy), tujuh butir amunisi, tiga handphone (merek Samsung dua unit dan Evercross satu unit), GPS satu unit merk garmin, dan boat (oskadon) dua unit.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.