15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


BNNP Bali Tangkap Tersangka Sabu Jaringan Aceh

...

  • DETIK
  • 29 August 2019 17:00 WIB

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. (Dita/detikcom)
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. (Dita/detikcom)

BALI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggagalkan penyelundupan 5,490 kg sabu asal Aceh. Sabu tersebut diselundupkan di bawah sandal.

"Jaringan Aceh pertama Supriadi. Dia dari Aceh ke Medan, Kualanamu, langsung ke Bali. Barang buktinya dua paket di sandal 500,80 gram," kata Kepala BNNP Bali Brigjen I Putu Gede Suastawa saat rilis di Denpasar, Bali, Kamis, 29 Agustus 2019.

Supriadi (33) merupakan tersangka pertama yang ditangkap pada Minggu (18/8). Dia ditangkap di salah satu hotel di kawasan Tuban, Kuta Selatan, Badung.

Setelah menangkap Supriadi, petugas mengamankan Amirullah (27) di Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (26/8). Tersangka kedua ini juga menggunakan jalur yang sama dengan Supriadi, yakni melalui Aceh ke Medan, Kualanamu, lalu ke Bali.

"Jadi mereka berdua mendapat ongkos Rp25 juta untuk satu kali perjalanan. Amirullah ini perannya seperti itu tidak pernah menggunakan, dia negatif jadi benar-benar pengedar," jelasnya.

Selang satu hari, petugas juga mengamankan sebuah paket di salah satu jasa ekspedisi. Paket itu berupa styrofoam yang dililit lakban cokelat berisi pakaian dan las.

"Ada barang bukti jumlahnya 4 kg yang dibungkus styrofoam di mesin. Masih kita kembangkan tapi ini jaringan Aceh," ujar Suastawa.

Kemudian pada Rabu (28/8), petugas juga mengamankan Azhari (34) di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Azhari datang ke Bali melalui Lombok setelah tahu teman-temannya telah tertangkap.

"Dia jadi model, dia mendengar temannya ketangkep di Bandara Ngurah Rai langsung ke Lombok Tengah lewat Padangbai. Barang buktinya 4982,22 gram neto sabu," jelasnya.

"Itulah penangkapan jaringan Aceh dengan modus operandi semua menggunakan sandal," sambungnya.

Selain mengamankan jaringan Aceh, petugas BNNP Bali menangkap dua pengedar jaringan lapas. Pengedar yang ditangkap adalah Bella (22) dan narapidana bernama Ari yang divonis 11 tahun bui karena kasus narkotika.

"Bella ini kurir yang bertugas menaruh paket-paket di tempat yang telah ditentukan pengendali yang berasal dari narapidana Lapas Kerobokan berinisial A. Dia memang tidak pernah menggunakan, tes urinenya negatif, tapi dia pengedar, jaringannya Ari dari LP sekarang dalam vonis 11 tahun, barang buktinya 11 paket 7,08 gram dan beberapa alat bong," jelasnya.

Total sabu yang disita BNNP dalam kasus ini 5,5 kg. Suastawa mengatakan Bali memang masih menjadi incaran para pengedar narkotika.

"Karena ada pembeli di Bali, tidak hanya Bali saja sih menjadi sasaran tapi memang mereka menjadi agen untuk Bali. Jaringan Bali, ada yang satu kali, ada yang sudah dua kali seperti Supriadi, tapi itu pengakuan yang belum bisa dibuktikan," cetus Suastawa.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Reporter:  Aditya Mardiastuti.[]Sumber: detik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.