13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

True Story
Bocah 5 Tahun yang Berkumis dan Berjenggot karena Kelainan Hormon

...

  • DETIK
  • 19 July 2016 12:00 WIB

Muzakir saat tidak berkumis dan berjenggpt (Foto: Agus Setyadi)
Muzakir saat tidak berkumis dan berjenggpt (Foto: Agus Setyadi)

Banda Aceh -  Muzakir Lutfi memang baru berusia 5 tahun. Tapi siapa sangka, di usianya yang masih belia, kumis dan berewok beberapa kali tumbuh di wajahnya.

Mulanya, orang tua Muzakir, Azhar Daud (44) dan Nilawati (33) mendapati suara anaknya berubah serak. Tapi kemudian, kumis dan jenggot tumbuh di wajah lelaki kecil itu.

"Saat suara berubah kami pikir pertama pilek. Tapi tidak lama kemudian di wajahnya tumbuh kumis dan jenggot. Badan dia juga terus panjang," kata Azhar kepada wartawan, Senin (18/7/2016).

Melihat kondisi Muzakir yang menunjukkan tanda kedewasaan secara fisik, Azhar pun membawanya ke dokter spesialis. Di sanalah ia mengetahui buah hatinya mengalami kelainan hormon tulang.

Kini, Azhar harus membawa Muzakir berobat ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh setiap bulan. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk menghambat pertumbuhan kumis, jenggot dan perubahan lain.

"Kalau saya tidak bawa dia setiap bulan ke RSUZA jenggot dan kumisnya terus tumbuh. Jika rutin (berobat) dia tidak berkumis," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diberikan dokter kepada Azhar, kelainan hormon yang diderita anaknya belum dapat disembuhkan di Indonesia. Tim dokter menyarankan Azhar untuk membawa si kecil Muzakir ke rumah sakit di Singapura.

"Untuk bawa ke Singapura saya butuh uang minimal Rp 30 juta," jelasnya.

Azhar yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku sudah tidak punya uang untuk mengobati anaknya. Apalagi sekali membawa anaknya ke RSUZA, minimal harus dikeluarkan biaya sebesar Rp 3 juta.

Menurut Azhar, biaya pengobatan di RSUZA memang gratis tapi ia harus mengeluarkan biaya saat harus ke lab. Untuk keperluan mengobati anaknya, Azhar bahkan sudah menjual harta benda yang dimilikinya.

"Sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi," lanjut Azhar.

Azhar berharap anaknya dapat normal kembali seperti anak seumurannya yang masih duduk di Taman Kanak-kanak. Ia juga berharap ada dermawan yang mau membantu meringankan bebannya untuk mengobati Muzakir.

"Saya berharap ada pihak yang membantu meringankan biaya pengobatan karena sekarang anak saya semakin hari semakin tumbuh seperti orang dewasa," harap Azhar.[] Sumber: detik.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.