16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bocah SD Jadi Bandar Sabu karena Kurang Perhatian Orangtua

...

  • OKEZONE
  • 13 September 2018 09:30 WIB

Ketua Tim Reaksi Cepat P2tp2a Makassar, Makmur. @Okezone/Herman
Ketua Tim Reaksi Cepat P2tp2a Makassar, Makmur. @Okezone/Herman

MAKASSAR - Kurang perhatian orang tua penyebab, bocah SD berinisial RE alias C (12) dimanfaatkan oleh seseorang untuk mengedarkan sabu. RE sudah diserahkan ke Polsek Tallo Makassar oleh orang tuanya sendiri setelah dicari-cari oleh polisi Jumat, 6 September 2018, kemarin pekan lalu.

Bocah kelas 5 SD tersebut menjadi bandar sabu dan juga memiliki anak buah siswa SMP berinisial AL, yang berperan sebagai penjual sabu. Kemudian hasilnya dibagi dua masing-masing Rp100 ribu.

Kedua bocah tersebut kini telah dititip ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, Sulawesi Selatan untuk mendapat pembiaan sembari menunggu proses hukum di kepolisian.

Ketua Tim Reaksi Cepat P2TP2A Makassar Makmur mengatakan, hal itu terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya yang diduga tidak asing dengan aktivitas seputar narkoba.

"RE sempat tertekan secara psikologi setelah diserahkan ibunya ke polisi," kata Makmur saat ditemui Okezone di rumah pembinaan P2TP2A Makassar jalan Anggrek.

Namun lambat laun RE kata Makmur bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat penitipan dan perlahan mau berbagi cerita dengan tenaga pendamping.

"Kami dengan kepolisian memberikan dia arahan dan pengertian, bahwa tempat ini bukan penjara. Kita ini mau nantinya jangan ada lagi yang seperti dia," ungkap Makmur.

Menurut Makmur tak menutup kemungkinan anak itu memang dimanfaatkan sebagai kurir oleh sebuah jaringan pengedar narkoba.

Makmur menganggap kasus ini sangat memprihatinkan karena para pelaku memanfaatkan keterlibatan murid sekolah dasar.

"Selain itu faktor dominan lain adalah pola asuh orang tua yang tidak benar. Orang tua yang tidak perhatian dan tidak pusing dengan anaknya ketika sudah sibuk bekerja," ujarnya.

Pelaku dari kalangan dewasa kata Makmur mungkin ingin memanfaatkan celah hukum yang mengistimewakan anak di bawah umur.

Sehingga peran orang tua disini sangat dibutuhkan untuk memberi perhatian kepada anaknya.

"Maka kalau tida ini akan jadi sasaran empuk penjahat kriminal. Sepatutnya kita lebih waspada. Apalagi di kampung-kampung yang selama ini diduga jadi tempat peredaran narkoba," jelas Makmur.

Sebelumnya RE, bocah SD berusian 12 tahun ini diserahkan oleh orang tuanya kepada Polsek Tallo Makassar Jumat pekan lalu.

Dia sebelumnya menghilang usai rekannya, AL yang siswa SMP ditangkap membawa satu paket sabu. Sabu itu disebut milik RE, yang rencananya dijual seharga Rp200 ribu.[]

Sumber: Okezone

Editor: Arman


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.