10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bongkar Pasar Inpres Geudong, Ini Penjelasan PDBU

...

  • Fazil
  • 24 February 2020 18:00 WIB

Pembongkaran Pasar Geudong. Foto: Fazil/portalsatu
Pembongkaran Pasar Geudong. Foto: Fazil/portalsatu

ACEH UTARA - Perusahaan Daerah Bina Usaha (PDBU) menyatakan pembongkaran Pasar Inpres Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin, 24 Februari 2020, tidak dilakukan secara mendadak. Sebelumnya, PDBU sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan koordinasi dengan pihak terkait soal rencana pembongkaran lantaran PDBU ingin merevitalisasi bangunan pasar tersebut.

"Kita mengapresiasi para pedagang Pasar Inpres Keude Geudong yang ikut mendukung proses revitalisasi pasar ini," ujar Humas PDBU, Halim Abe kepada para wartawan, Senin.

Halim Abe menjelaskan, sebelum pembongkaran pasar pada hari ini, ada beberapa tahapan sudah dilakukan Pemerintah Aceh Utara melalui PDBU. "Dari segi aturan mempersiapkan berkas izin segala macam, itu sudah selesai semua. Kita juga pernah melakukan komunikasi yang persuasif melalui pertemuan dengan para pedagang atau masyarakat sekitar. Maka saat ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mempercepat revitalisasi," katanya.

Menurut Halim Abe, pedagang yang selama ini menggunakan 70 kios dan dua bangunan pasar rakyat direlokasi ke terminal dan pasar buah di kawasan tersebut. "Ini bukan kehilangan tempat berjualan bagi pedagang, tapi kita mencoba membangun kawasan (pasar) baru. Karena masa BOT-nya atau hak guna pakai sudah selesai yang selama ini dipakai oleh pedagang, maka PDBU menghargai para pedagang untuk dipindahkan dulu ke tempat yang sudah disediakan".

"Kemudian nantinya toko bangunan baru itu diprioritaskan pemerintah kepada para pedagang itu untuk menempati kembali kalau memang mereka berminat," ujar Halim Abe.

Halim menyebutkan, proses pembangunan pasar baru melalui beberapa tahapan. "Pada awal Mei 2020 nanti akan segera kita bangun setelah dilakukan pembersihan semua, karena ini bagaimana bisa membuat sebuah pasar terpadu yang punya nilai ekonomis untuk para pedagang. Insya Allah dalam dua tahun ke depan harus selesai. Pemerintah akan membantu para pedagang semudah mungkin mendapatkan toko baru setelah dibangun nantinya," katanya.

Menurut dia, PDBU akan membangun toko baru di lokasi pasar itu 69 unit. "Tapi ini bisa jadi berubah karena ada hal-hal lain yang perlu dilihat ketika mencoba membangun yang bukan lagi berupa pasar tradisional," ujar Halim.

Terkait anggaran pembangunan pasar baru tersebut, Halim menyebutkan, PDBU akan melakukan kerja sama operasional (KSO). "Karena Pemerintah Aceh Utara dari jauh-jauh hari menyampaikan bahwa PDBU tidak lagi diberikan modal. Jadi, kita tidak punya modal. Tapi kita hanya punya aset yang akan kita bangun untuk bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Maka kita akan melakukan KSO, sejauh ini sudah ada beberapa pihak yang masuk, tinggal nanti kita putuskan siapa yang membangun," ujarnya.

Dia juga menyampaikan, PDBU menghargai langkah para pedagang melalui kuasa hukumnya yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon terkait pasar itu.

"Kita (PDBU) atau pemerintah, juga melakukan hal-hal kita anggap bahwa ini tidak inprosedural atau tidak cacat hukum. Tentunya kita menghargai apa yang dilakukan kawan-kawan pedagang, tetapi PDBU sebagai bagian dari pemerintah juga tidak mungkin melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saya kira apa yang dipikirkan oleh PDBU dan para pedagang itu sebenarnya sama. Tetapi cara memahami proses hukumnya saja yang berbeda, jadi itu tidak ada masalah," ucap Halim.

Diberitakan sebelumnya, PDBU Aceh Utara membongkar dua bangunan pasar rakyat dan kios di Pasar Inpres Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin, 24 Februari 2020. Pembongkaran itu dilakukan lantaran PDBU ingin merevitalisasi bangunan pasar tersebut.

Pantauan portalsatu.com, pembongkaran bangunan pasar itu sejak sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan ekskavator yang dijaga ketat personel kepolisian dan Satpol PP.

Informasi diperoleh, pedagang telah memindahkan barang-barang jualan di pasar maupun kios tersebut pada Ahad, 23 Februari 2020, malam.

Tidak tampak aksi protes para pedagang saat pembongkaran bangunan pasar itu. Namun, Kuasa Hukum Pedagang Kios Pasar Inpres Geudong, Anwar, menyampaikan kekecewaannya terhadap PDBU.

Anwar menilai pembongkaran pasar dilakukan PDBU merupakan tindakan untuk menghilangkan objek perkara yang sedang ditangani Pengadilan Negeri Lhoksukon. Objek dalam perkara gugatan para pedagang adalah kios-kios yang ada di pasar inpres tersebut.

"Kita melihat pihak PDBU melawan hukum (terkait perkara gugatan) yang sedang berjalan di pengadilan, karena sudah menurunkan alat berat untuk membongkar objek perkara itu. Kita menaruh kekecewaan yang sangat besar terhadap aksi yang terjadi di Pasar Inpres Geudong saat ini," kata Anwar kepada para wartawan di lokasi Pasar Inpres Geudong, Senin pagi.

Menurut Anwar, walaupun objek perkara itu sudah dilakukan pembongkaran oleh PDBU, pihaknya mempercayakan kepada majelis hakim Pengadilan Lhoksukon untuk menangani gugatan pedagang sampai tuntas. “Apakah perkara itu nantinya akan dilanjutkan atau bagaimana. Karena selain menuntut Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), ada tuntutan ganti rugi yang kita mohonkan kepada majelis hakim," ujarnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.