23 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BPBA Terbitkan Buku Saku Menghadapi Bencana Alam, Ini Kegunaannya

...

  • Fazil
  • 07 February 2019 12:45 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menerbitkan buku saku yang berisikan tips-tips paling aman untuk menyelamatkan diri dari bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, dan bagaimana melakukan penyelamatan mandiri dengan segitiga kehidupan serta tips menghadapi likuifaksi.

Kepala Pelaksana BPBA, H. Teuku Ahmad Dadek, mengatakan, buku saku ini dibuat sebagai panduan untuk membantu masyarakat membuat perencanaan manajemen risiko bencana dan dapat mengurangi dampak dari bencana alam. Buku ini bertujuan guna tercapainya misi BPBA dalam mitigasi bencana di Provinsi Aceh yang sangat rawan terhadap bencana khususnya gempa dan tsunami.

"Gempa 9,2 SR dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam, sangat traumatis bagi masyarakat Aceh karena menimbulkan begitu banyak korban jiwa. Walaupun saat gempa terjadi tidak banyak bangunan yang runtuh, karena bangunan di Aceh ternyata tergolong bangunan yang bagus kontruksinya berbeda ketika gempa yang pernah terjadi di daerah lain di Indonesia seperti di Yogyakarta pada tahun 2006 lalu. Akan tetapi banyaknya korban meninggal dan hilang saat tsunami diakibatkan karena ketidaktahuan akan situasi yang sedang terjadi pada saat itu yang telah terjadi gempa besar," kata Ahmad Dadek, dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Kamis, 7 Februari 2019.

Selain itu, lanjut Ahmad Dadek, kebakaran juga sempat terjadi setelah gempa dan likuifaksi. Kebakaran tetap terjadi meski dalam skala kecil. Oleh Karena itu, BPBA menggangap perlu untuk memberikan pedoman ringkas dalam bentuk buku saku kepada masyarakat Aceh, untuk menciptakan sikap yang selalu siaga akan bencana agar mengurangi risiko bencana yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang. 

Dia menyatakan, BPBA sangat serius untuk terus melakukan upaya mitigasi bencana yang baik di Provinsi Aceh dengan berbagai terobosan ide cemerlang. Salah satunya buku saku itu yang ditulis oleh Ahmad Dadek bersama beberapa rekan di BPBA di tengah-tengah kesibukannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. 

"Buku ini dicetak untuk dibagikan kepada warga secara gratis, dan softcopy juga akan kita bagikan di beberapa link dan situs resmi Pemerintah Aceh agar bisa di-share dan didapatkan dengan mudah oleh masyarakat luas," ungkap Dadek.

Oleh karenanya, Dadek berharap agar buku saku itu dapat menjadi pedoman dalam melakukan upaya keselamatan, karena pengetahuan sangat berkorelasi dengan keselamatan saat bencana alam. "Karena Aceh memiliki potensi gempa dan tsunami yang sangat besar sehingga kesadaran masyarakat Aceh pun perlu ditingkatkan terus menerus".[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.